Blitar, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempersiapkan masa depan generasi mendatang.
Novita mengapresiasi partisipasi masyarakat Kabupaten Trenggalek yang selama ini aktif menginisiasi dan menjalankan berbagai program kepedulian lingkungan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengembangan bank sampah sebagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ia juga menyoroti komitmen Kabupaten Trenggalek dalam mencapai target net zero carbon atau nol emisi karbon pada 2035. Menurutnya, langkah tersebut perlu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mulai menyusun dan merealisasikan program pengendalian emisi serta pelestarian lingkungan.
Baca: Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini
"Saya bangga sekali menjadi bagian dari masyarakat yang telah aktif, peduli, mengajarkan, dan menginisiasi program peduli lingkungan di Kabupaten Trenggalek. Kabupaten Trenggalek punya bank sampah dan punya target net zero carbon pada 2035. Nah, untuk kabupaten-kabupaten yang lain, kapan?" ujar Novita.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi menjamin kehidupan yang layak bagi generasi mendatang.
"Kalau tidak dimulai dari sekarang, jangan lupa bahwa kehidupan kita bukan hanya tiga atau lima tahun ke depan. Kita juga harus menyiapkan kehidupan bagi anak cucu kita dengan layak dan baik," tegasnya.
Lebih lanjut, Novita mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat dapat memulainya dengan memisahkan sampah basah dan sampah kering agar proses pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak besar, terutama dalam membantu petugas dan pekerja pemilah sampah yang selama ini menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugasnya.
"Pastikan dimulai dari rumah tangga. Kita punya keterampilan yang baik dalam memilah sampah, mulai dari sampah basah hingga sampah kering. Setidaknya, kontribusi kecil ini bukan sesuatu yang sederhana," ungkapnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Novita juga mengingatkan bahwa persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak serius terhadap kualitas udara, kesehatan lingkungan, dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunda tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu dan keluarga.
"Maka dari itu, ayo mulai beraksi. Tidak perlu menunggu, mulailah dari sekarang. Ciptakan keterampilan memilah sampah dengan baik," pungkas Novita.
Melalui ajakan tersebut, Novita berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan bumi yang lebih bersih, sehat, dan layak bagi generasi masa depan.

















































































