Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat langsung secara bergilir di 44 kecamatan di Jakarta mulai pekan depan. Langkah politikus senior PDI Perjuangan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan di tingkat wilayah sekaligus memangkas jenjang birokrasi yang selama ini berpotensi membuat masalah di lapangan luput dari laporan kepada gubernur.
“Permasalahan yang ada di kecamatan, apa yang menjadi hambatan, apa yang menjadi problem, apa yang harus diputuskan, akan kita gali dan dalami bersama-sama,” ucap Pramono, dikutip Minggu (1/11/2026).
Program tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya dua gedung sekolah dasar negeri (SDN) di Jakarta diketahui terbengkalai tanpa masuk dalam laporan yang diterima gubernur. Akibatnya, ratusan siswa dari kedua sekolah tersebut terpaksa menumpang dan berbagi jam belajar.
Pramono menilai, rapat langsung di tingkat kecamatan diperlukan agar berbagai persoalan masyarakat tidak hanya bergantung pada laporan berjenjang dari jajaran birokrasi.
“Saya meyakini dengan cara ini, sebagai gubernur, saya tidak hanya mendapatkan laporan yang baik-baik saja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, rapat akan dipimpin langsung oleh Pramono bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Camat akan bertindak sebagai tuan rumah sekaligus menyampaikan berbagai persoalan di wilayahnya dengan melibatkan lurah, wali kota atau bupati, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurut Pramono, camat dan lurah memiliki peran penting karena menjadi jajaran pemerintah yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat sehari-hari. Karena itu, informasi dari tingkat wilayah perlu didengar langsung agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan secara tepat.
Pramono juga ingin memastikan kondisi pelayanan publik di tingkat kelurahan benar-benar sesuai dengan laporan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ia mengakui jumlah pengaduan terkait pelayanan kelurahan melalui aplikasi JAKI mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuatnya puas terhadap laporan yang masuk.
Gubernur ingin memastikan apakah pelayanan publik di lapangan memang sudah berjalan baik atau masih menyisakan berbagai persoalan yang belum terlaporkan kepada pemerintah provinsi.
Jakarta sendiri memiliki 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Seluruh wilayah tersebut akan menjadi bagian dari agenda rapat bergilir yang mulai dilaksanakan pekan depan.
“Mudah-mudahan persoalan-persoalan di bawah bisa ditangkap secara detail oleh gubernur. Saya ingin tahu langsung dari bawah,” kata Pramono.
Melalui pola rapat tersebut, Pramono berharap persoalan di tingkat akar rumput dapat teridentifikasi lebih cepat, sehingga pemerintah tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi juga mengetahui kondisi sebenarnya yang dihadapi masyarakat di lapangan.

















































































