Jakarta, Gesuri.id - Bergabung dengan PDI Perjuangan bukan sekadar pilihan politik biasa bagi anggota DPRD Kabupaten Purbalingga, Nurani Diyah Permatasari.
Citra partai yang erat dengan simbol "Partai Wong Kecil" menjadi alasan utama perempuan yang akrab disapa Mbak Nurani ini melabuhkan pengabdiannya.
"Saya merasa, wah, kayaknya ini 'aku banget'. Awal mulanya dari situ," ungkap Nurani menceritakan awal keterlibatannya di dunia politik kepada tim Gesuri.id.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Memasuki masa bakti kurang lebih dua tahun sebagai wakil rakyat, Nurani terus memfokuskan perhatiannya pada isu-isu krusial di daerah pemilihan (dapil)-nya. Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi masyarakat kelas menengah ke bawah saat ini adalah keterbatasan akses kesehatan.
"Isu utamanya masih tentang kesehatan. Kalau pendidikan sejauh ini relatif aman karena banyak sekolah negeri yang gratis dan tanpa pungutan. Namun untuk kesehatan, ini yang sangat perlu kita perjuangkan," tegasnya.
Nurani membeberkan sejumlah kendala konkret di lapangan. Selain banyaknya peserta BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dinonaktifkan, penerapan program Universal Health Coverage (UHC) di daerahnya juga masih menemui hambatan.
Di samping itu, persoalan rujukan medis dan sarana transportasi kesehatan warga desa menjadi perhatian mendesak. Puskesmas saat ini baru tersedia di tingkat kecamatan, sementara banyak desa yang belum memiliki mobil siaga.
"Warga kerap kesulitan saat menghadapi kasus kesehatan yang butuh rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Mobil siaga per desa belum semua ada, sedangkan penggunaan ambulans dari puskesmas sifatnya berbayar. Ini yang menjadi beban warga," jelas Nurani.
Sebagai kader yang berangkat dari bawah, Nurani memegang teguh nilai-nilai perjuangan bersama masyarakat. Ia percaya bahwa untuk memahami persoalan rakyat, seorang wakil rakyat harus rajin memperkuat konsolidasi di tingkat akar rumput.
"Kita berangkat dari akar rumput, jadi harus memperkuat akar rumput. Saya sebisa mungkin harus turun langsung ke bawah agar lebih dekat dan betul-betul kenal dengan kendala yang dihadapi warga," ujarnya.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Dari hasil serapan aspirasinya di desa-desa yang mayoritas warganya bertani, masalah kelangkaan dan distribusi pupuk menjadi salah satu keluhan utama yang kerap ditemui.
Bagi Nurani, menjalani tugas politik di PDI Perjuangan membawa lebih banyak kebahagiaan ketimbang duka. Kejujuran serta kehangatan masyarakat saat ia turun ke lapangan menjadi penawar lelah tersendiri dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga.
"Sukanya banyak sekali karena saya memang cinta PDI Perjuangan. Ketika kita turun langsung dan berbagi sedikit saja, rasa terima kasih yang ditunjukkan masyarakat itu sangat luar biasa dan menyentuh hati," pungkasnya.

















































































