Sukabumi, Gesuri.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi memperingati Bulan Bung Karno 2026 dengan menggelar aksi bersih-bersih pantai dan penanaman pohon pandan di kawasan Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong yang diwariskan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
Selain membebaskan pesisir dari sampah, para peserta menanam pohon pandan laut sebagai langkah konkret menjaga ekosistem sekaligus mencegah abrasi di sepanjang pesisir selatan Sukabumi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar momentum seremonial untuk mengenang jasa Sang Proklamator, melainkan waktu yang tepat untuk membumikan nilai-nilai perjuangannya.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
“Bung Karno mengajarkan kita untuk selalu hadir di tengah rakyat dan membangun bangsa dengan semangat gotong royong. Karena itu, kami memilih kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat, salah satunya menjaga kebersihan pantai,” ujar Paoji
Paoji menambahkan, pesisir Sukabumi memiliki potensi wisata yang luar biasa besar. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa adanya kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan.
“Mudah-mudahan kegiatan hari ini menjadi inspirasi, bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga pemerintah, agar semakin serius menjaga kawasan wisata pantai,” imbuhnya sembari mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Pariwisata yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, DPC PDI Perjuangan berkomitmen menjadikan aksi bersih pantai ini sebagai agenda rutin triwulanan.
“Insyaallah, setiap tiga bulan sekali kami akan turun bersama pengurus PAC dan kader untuk membersihkan pantai di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi,” tegas Paoji.
Merespons gerakan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, aksi ini merupakan sokongan besar bagi kemajuan sektor pariwisata daerah.
“Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus kita lanjutkan, salah satunya melalui semangat gotong royong menjaga lingkungan. Terlebih, salah satu unsur Sapta Pesona adalah kebersihan,” kata Ali.
Ali memaparkan bahwa garis pantai Kabupaten Sukabumi membentang sepanjang 117 kilometer. Angka ini merupakan aset wisata unggulan yang wajib dijaga bersama agar tetap bersih, nyaman, dan memikat wisatawan.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Guna mendukung kelestarian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah menggodok konsep penanganan sampah berbasis zero waste di kawasan wisata.
“Kami sedang mencari formula terbaik, termasuk bekerja sama dengan kementerian dan pemangku kepentingan (stakeholder), agar ke depan tersedia mesin pengolah sampah langsung di lokasi destinasi wisata. Harapannya, kawasan wisata tetap bersih, masyarakat terlibat, dan manfaat ekonominya dirasakan bersama,” pungkas Ali.
Melalui momentum Bulan Bung Karno ini, aksi kolektif tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan satu hari, melainkan pemantik kesadaran jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat Sukabumi.

















































































