Ikuti Kami

Sekjen PDI Perjuangan Tebar 10 Ribu Ikan di Bekasi, Istimewakan Tradisi Merawat Pertiwi

Hasto Kristiyanto Peringati Ultah ke-60 Secara Sederhana dengan Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Sungai Bekasi

Sekjen PDI Perjuangan Tebar 10 Ribu Ikan di Bekasi, Istimewakan Tradisi Merawat Pertiwi
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Bekasi, Gesuri.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menabur 10 ribu bibit ikan di bantaran sungai Polder Kalimati, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (7/7).

Didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menjadi bagian dari peringatan ulang tahunnya yang ke-60 sekaligus tradisi tahunan Hasto untuk merawat lingkungan sebagai kultur kepartaian yang diajarkan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Kegiatan ini merupakan satu tarikan nafas dengan kegiatan memanjat Gunung Kerinci dalam rangka Bulan Bung Karno 20-21 Juni 2026 yang lalu.

“Ketika memutuskan pada tanggal 20 Juli kemarin kami naik Gunung Kerinci, itu sebenarnya membawa spirit Bung Karno dan Ibu Megawati untuk memperkuat kultur merawat pertiwi. Dari Gunung Kerinci kami gelorakan semangat mencintai pertiwi dengan menjaga ekosistim hutan dan lingkungan, agar tidak terkonversi menjadi lahan perkebunan sawit. Menanam pohon, dan menjaga kehidupan sungai, danau, dan menyelamatkan mata air, termasuk menebar benih ikan menjadi bagian dari spiritualitas Partai di dalam merawat kehidupan”, ujar Hasto yang mengawali kegiatan dengan doa dan kontemplasi bagi kelestarian alam raya.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Kegiatan ini dilakukan secara sederhana bersama dengan Ketua DPC Kota Bekasi yang sekaligus Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono dan beberapa satgas Partai.

Hasto menjelaskan bahwa tradisi menebar ikan sudah ia jalankan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk di Hutan Kota Munjul dan Waduk Jatiluhur. Namun pada tahun lalu, tradisi ini sempat terputus karena Hasto berada dalam tahanan penjara. Meski demikian, kegiatan merawat lingkungan tetap dilakukannya di dalam rutan dengan merawat ikan dan memupuk tanaman dengan menggunakan kulit kacang yang kaya dengan kandungan Kalium.

Terkait kegiatan penaburan benih ikan, Hasto berharap tradisi ini dapat menjadi kultur bersama untuk merawat lingkungan, seperti yang selalu digelorakan oleh Ketum Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, selama ini sungai sering ditempatkan sebagai halaman belakang dan tempat pembuangan sampah, padahal seharusnya menjadi bagian penting dari tata kota yang bersih dan sehat.

Setelah kegiatan menabur ikan, Hasto bersama Tri Adhianto dan juga isterinya Maria Ekowati bersama beberapa Satgas Partai menikmati bubur kajang kacang hijau, bubur ayam, serta makanan rebusan seperti jagung, kacang, edamame, hingga umbi-umbian.

Selanjutnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi, menyampaikan bahwa pesan Ibu Ketua Umum Partai untuk melakukan penataan tata ruang yang ramah lingkungan terus dilakukan. “Kota Bekasi saya giatkan membangun banyak taman-taman Kota. Kami juga menciptakan ruang rekreasi dan olahraga. Setiap tahun minimal dibangun 56 taman, dimulai dari setiap kelurahan dengan melihatkan partisipasi warga”, ujar Tri.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Tri menambahkan bahwa pihaknya juga tengah membangun polder dan membebaskan lahan untuk kebutuhan ruang terbuka hijau di sejumlah wilayah. Tak lupa pula, Tri menyampaikan selamat ulang tahun kepada Hasto dan berharap Sekjen PDIP itu terus teguh pada perjuangan ideologi Partai.

Hasto juga menyampaikan bahwa penataan kota harus memperhatikan segala aspek, termasuk dari drainase dan utilitas bawah tanah sebelum membangun trotoar. Hasto menekankan bahwa kebijakan tata ruang harus mencerminkan keseimbangan antara penataan kawasan perumahan, industrialisasi, ruang hidup manusia, wilayah pertanian, dan ruang hijau. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa bencana ekologi muncul karena tiadanya penegakan hukum yang berkeadilan, sehingga politik lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan hidup.

Mengakhiri pesannya, Hasto menegaskan bahwa dirinya bukan personal yang menyukai perayaan ulang tahun secara khusus. Baginya, momen tersebut hanyalah momentum untuk ikut serta dalam kegiatan merawat pertiwi sebagai cermin rasa cinta terhadap tanah air.

"Saya sebenarnya jarang sekali merayakan ulang tahun. Hanya saja beberapa momentum kami pakai untuk ikut merawat lingkungan seperti yang diajarkan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri," pungkasnya.

Quote