Jakarta, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar sarasehan bertajuk * Perempuan dan Demokrasi: Jas Merah — Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah* di Joglo Cemoro, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kamis (6/8).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 kader perempuan dari Wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Selatan Sleman ini digelar sebagai ajang pendidikan politik sekaligus refleksi sejarah atas peristiwa 27 Juli 1996.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menegaskan bahwa PDI Perjuangan sejak lama memberikan ruang kepemimpinan yang luas bagi perempuan.
Bukti nyatanya terlihat dari posisi pimpinan tertinggi partai yang dijabat Megawati Soekarnoputri hingga posisi Ketua DPR RI yang diampu Puan Maharani.
Oleh karena itu, Esti mengingatkan bahwa keterwakilan perempuan di struktur partai tidak boleh hanya dijadikan pemenuh formalitas kuota 30 persen.
"Kader perempuan tidak boleh sekadar menjadi pemenuh kuota 30 persen. Mereka harus berperan aktif memperjuangkan aspirasi rakyat yang selaras dengan AD/ART dan piagam perjuangan partai, serta memberikan dampak nyata di mana pun berada," ujar Esti di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Esti menekankan pentingnya ideologi sebagai landasan utama dalam berpartai. Menurutnya, setiap langkah politik PDI Perjuangan selalu berpedoman pada Pancasila, UUD 1945, dan ajaran Bung Karno yang berpihak pada rakyat kecil, serta berlandaskan kepatuhan pada konstitusi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman sekaligus Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa sarasehan ini bertujuan memperkuat pendidikan politik kader perempuan.
Acara ini juga menjadi momentum untuk menggaungkan kembali ajaran Bung Karno melalui konsep Sarinah, yang menempatkan perempuan pada kedudukan setara dengan laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat dan berpolitik.
Danang menilai, keterwakilan 30 persen perempuan dalam kepengurusan partai harus dimaknai sebagai penghormatan terhadap hak politik perempuan, bukan sebatas pemenuhan syarat administratif.
"Perempuan bukan pelengkap dalam politik. Mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memimpin. PDI Perjuangan telah membuktikannya melalui kepemimpinan perempuan di berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Umum partai, Presiden, hingga Ketua DPR RI," tegas Danang.
Mengingat populasinya yang signifikan di Kabupaten Sleman, Danang menambahkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan dan dinamika politik di daerah.

















































































