Jakarta, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sleman kembali menyelenggarakan sarasehan memperingati Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli).
Kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat dan generasi muda ini digelar di Gedung Juang, Kocoran, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, pada Selasa (4/8/2026) malam.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DIY, DPC PDI Perjuangan Sleman, Baguna dan jajaran pengurus anak cabang (PAC) Depok.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Sleman yang telah menggelar rangkaian kegiatan serupa di 16 titik untuk merawat ingatan sejarah bangsa atau Jas Merah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Ia mengingatkan bahwa peringatan 30 tahun pasca-Kudatuli harus menjadi momentum refleksi bersama.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Peristiwa Kudatuli ini tentu bagi kami dari PDI Perjuangan harus menjadi penanda bahwa kehadiran PDI Perjuangan itu tidak datang tiba-tiba besar, tapi melalui proses panjang, melalui sebuah konsistensi," ujar Yan Kurnia.
Anggota DPRD DIY ini mengatakan, selama tiga dekade terakhir daya tahan partai berlambang Banteng ini bukan karena efek Jokowi, melainkan tidak lepas dari sosok Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menjalankan roda kepemimpinan dengan keyakinan, kesabaran serta keberanian luar biasa.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Karena itu, pihaknya berpesan agar seluruh kepengurusan partai di DIY dan para kader PDI Perjuangan terus memperkuat kerja politik bersama perempuan, masyarakat serta memberikan ruang luas bagi anak muda agar siap menerima estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.
"Pesan kami PDI Perjuangan harus memperkuat kerja politik bersama perempuan dan memberi ruang kepada anak-anak muda ini untuk semakin menguatkan diri, paham politik dan siap menerima estafet kepemimpinan yang akan datang. Kami pasti lama-lama akan hilang, anak-anak muda inilah yang akan menjadi pewaris bangsa dan negara ini agar tidak salah arah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Depok, Dedie Kusuma mengungkapkan bahwa pelibatan anak muda dalam sarasehan Kudatuli ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejarah politik serta memahami tonggak sejarah demokrasi di Indonesia. Dalam kegiatan, pihaknya mengaku selalu mengajak pelibatan anak-anak muda
"Kami melaksanakan kegiatan ini melibatkan anak-anak muda,"katanya. Selain anak muda, sejumlah tokoh masyarakat setempat juga hadir.

















































































