Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: PDI Perjuangan Harus Tetap Berdiri Sebagai Partai Ideologis, Junjung Tinggi Politik Non-Transaksional. 

Rokhmin mengajak seluruh kader merefleksikan perjalanan 28 tahun PDI Perjuangan sejak era reformasi.

Rokhmin Dahuri: PDI Perjuangan Harus Tetap Berdiri Sebagai Partai Ideologis, Junjung Tinggi Politik Non-Transaksional. 
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., saat menghadiri Motor Touring Ideologi bertajuk Kebersamaan dalam Ideologi, Kesatuan dalam Perjuangan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, dengan diikuti sekitar 400 kader, pengurus, dan simpatisan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan PDI Perjuangan harus tetap berdiri sebagai partai ideologis yang menjunjung tinggi politik non-transaksional. 

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Motor Touring Ideologi bertajuk “Kebersamaan dalam Ideologi, Kesatuan dalam Perjuangan” yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, dengan diikuti sekitar 400 kader, pengurus, dan simpatisan.

“Dari kemenangan Pemilu 1999 dengan 34 persen suara, hingga hattrick kemenangan Pemilu 2014, 2019, dan 2024, semua lahir dari satu kunci: konsistensi pada ideologi dan kedekatan dengan rakyat,” kata Prof. Rokhmin, dikutip Jumat (3/7/2026).

Dalam arahannya di hadapan ratusan peserta, Rokhmin mengajak seluruh kader merefleksikan perjalanan 28 tahun PDI Perjuangan sejak era reformasi. Menurutnya, partai lahir dari rahim perjuangan dan mampu menjadi salah satu kekuatan utama demokrasi karena tetap konsisten memegang teguh ideologi serta menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Mengutip arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Prof. Rokhmin kembali menegaskan pentingnya menjaga karakter PDI Perjuangan sebagai partai ideologis.

“Setiap langkah politik, pemerintahan, dan keputusan harus berlandaskan konstitusi, AD/ART, dan rule of law. Partai ideologis haram hukumnya transaksional. Kita bicara visi jangka panjang: kedaulatan bangsa, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.

Ia juga mengingatkan bahwa godaan politik jangka pendek akan selalu hadir. Namun, menurutnya, militansi kader diuji melalui kemampuan untuk menolak praktik politik transaksional dan tetap berjalan di atas rel perjuangan Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati. Dalam sambutannya, Fitria menegaskan bahwa Motor Touring Ideologi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merapatkan barisan ideologis kader partai.

Selain penyampaian arahan politik, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan surat keputusan (SK) serta pembagian rompi partai kepada jajaran kader sebagai simbol penugasan dan kehormatan sebagai petugas partai.

Para peserta touring turut menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut menjadi agenda rutin sebagai media pendidikan politik dan penguatan organisasi.

“Lewat touring kita belajar baris-berbaris ideologi. Di jalan kita kompak, di masyarakat kita harus makin militan mengawal perjuangan partai," ujar salah satu peserta dari PAC Lemahwungkuk.

Sebelum melepas rombongan, Prof. Rokhmin kembali mengingatkan bahwa semangat yang dibangun dalam touring harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

“Jangan berhenti di foto-foto. Buktikan kehadiran PDI Perjuangan lewat kerja nyata. Turun ke rakyat, selesaikan masalah mereka. Itulah fondasi Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan sejahtera,” ungkapnya.

Usai pelepasan bendera start oleh Fitria Pamungkaswati, sekitar 400 sepeda motor bergerak menyusuri ruas-ruas jalan Kota Cirebon. Touring tersebut menjadi simbol konsolidasi sekaligus komitmen kader PDI Perjuangan untuk menjaga semangat ideologi partai melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.

Quote