Jakarta, Gesuri.id – Tokoh PDI Perjuangan Jakarta William Yani menilai Megawati Soekarnoputri menjadi figur yang berhasil menyatukan berbagai kekuatan pro-demokrasi pada pertengahan 1990-an sehingga membuka jalan bagi lahirnya Reformasi 1998.
William mengatakan sebelum munculnya Megawati sebagai simbol perlawanan, berbagai kelompok mahasiswa dan organisasi masyarakat masih bergerak secara terpisah dengan agenda masing-masing.
"Gerakan mahasiswa waktu itu banyak sekali organisasinya. Belum ada figur yang mampu menyatukan semuanya," ujar William dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Menurutnya, situasi berubah setelah konflik internal PDI memunculkan Megawati sebagai simbol perlawanan terhadap intervensi kekuasaan. Peristiwa Kudatuli kemudian menjadi momentum yang mempertemukan mahasiswa, kader partai, buruh, dan berbagai elemen masyarakat dalam satu gerakan bersama.
"Kalau tidak ada Bu Mega sebagai simbol pemersatu, saya kira Reformasi tidak akan terjadi seperti yang kita kenal sekarang," katanya.
William menilai Megawati bukan hanya menjadi Ketua Umum PDI, tetapi juga menjadi harapan bagi masyarakat yang menginginkan perubahan politik secara damai dan konstitusional.
Ia mengatakan kolaborasi antara gerakan mahasiswa dan kader PDI setelah Kudatuli menjadi modal penting yang kemudian berkembang menjadi gelombang Reformasi pada 1998.
"Mahasiswa memiliki kekuatan gerakan, sementara partai memiliki basis massa. Ketika keduanya bertemu, lahirlah kekuatan perubahan yang sangat besar," ujarnya.
William berharap generasi muda terus mempelajari sejarah Kudatuli sebagai bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa demokrasi dibangun melalui keberanian, solidaritas, dan pengorbanan banyak pihak.
"Kudatuli harus terus dikenang, bukan untuk membuka luka lama, tetapi agar bangsa ini tidak mengulangi penyalahgunaan kekuasaan yang pernah terjadi dalam sejarah," pungkas William.
#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri
















































































