Jakarta, Gesuri.id – Badan Kebijakan Nasional (BKN) mengapresiasi tinggi upaya pelestarian seni tradisional yang digerakkan oleh anak-anak, menilai keterlibatan generasi muda sebagai kunci utama dalam menjaga jati diri dan nilai budaya bangsa di tengah arus modernisasi.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pertunjukan wayang kreatif yang dibawakan oleh dalang cilik Kitama, yang sukses memadukan pakeliran tradisional dengan pendekatan modern yang relevan bagi generasi seusianya.
Bagi BKN, pengenalan seni pewayangan sejak dini—melalui praktik mendalang, pembuatan tokoh, hingga pemahaman filosofi cerita—mampu membangun hubungan emosional yang kuat antara anak-anak dan warisan leluhurnya. Pendekatan ini dinilai krusial agar seni pewayangan tidak lagi dipandang kuno atau eksklusif milik generasi terdahulu, melainkan hidup sebagai bagian dari kreativitas keseharian anak muda.
Konektivitas Budaya di Era Digital
Inovasi yang dihadirkan Kitama, mulai dari panggung pertunjukan modern hingga pemanfaatan konten media sosial, dinilai BKN sebagai model ideal adaptasi budaya di era kontemporer. Kreativitas semacam ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur tradisi tetap dapat dijaga tanpa harus kehilangan daya tarik di hadapan audiens masa kini.
Kehadiran anak-anak dari Gen Alpha sebagai pelaku seni budaya dipandang sebagai jembatan strategis antara masa lalu dan masa depan Indonesia. BKN meyakini bahwa kebudayaan yang ditanamkan dan diwariskan kepada anak-anak hari ini akan menjadi fondasi utama yang menentukan wajah serta karakter bangsa di masa depan.

















































































