Jepara, Gesuri.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara berkomitmen meningkatkan keterampilan masyarakat.
Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pelatihan pengolahan bahan baku asli daerah menjadi produk makanan yang higienis, bergizi tinggi, dan bernilai ekonomis.
Kegiatan edukatif ini digelar di Balai Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Senin (3/8), dengan melibatkan peserta dari kelompok ibu-ibu PKK desa setempat. Pelatihan tersebut terselenggara atas kerja sama DPC PDI Perjuangan Jepara bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jepara, H. Junarso, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberi nilai tambah pada hasil bumi daerah.
"Melalui pelatihan ini, ibu-ibu PKK Desa Watuaji dibekali pengetahuan mengenai ragam bahan pangan lokal seperti ubi, jagung, singkong, pisang, hingga daun kelor, lengkap dengan teknik pengolahan yang inovatif dan higienis," ujar Junarso.
Ia menambahkan, kegiatan ini tak sekadar mengasah keterampilan, tetapi juga didorong untuk melahirkan wirausaha baru berbasis pangan lokal guna memperkuat perekonomian keluarga. Di samping itu, pemanfaatan potensi lokal ini turut menjaga ketahanan pangan serta melestarikan kearifan kuliner tradisional agar tetap relevan di era modern.
Untuk memberikan materi yang praktis dan aplikatif, penyelenggara menghadirkan instruktur dari pelaku UMKM kuliner lokal, yakni Aida Snack & Catering (Desa Mantingan) dan Anna Bee Snack & Catering (Desa Jambu).
Dalam pemaparannya, pemateri dari Aida Snack menekankan pentingnya diversifikasi pangan untuk memperkuat kemandirian dan pemenuhan gizi keluarga.
"Pemanfaatan pangan lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan serta mencukupi kebutuhan gizi seimbang di tingkat keluarga, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada beras," terangnya.
Ia menjelaskan bahwa komoditas seperti ubi ungu dan jagung kaya akan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan. Pengolahan menu berbasis bahan lokal segar ini sangat efektif untuk mencukupi nutrisi ibu hamil sekaligus mencegah stunting pada anak.
Baca: Ini Lima Gaya Kepimpinan Ganjar Pranowo Yang Tidak Tertandingi
"Penggunaan pangan alternatif ini juga menjadi jaring pengaman keluarga. Jika harga beras naik atau pasokannya terganggu, masyarakat tetap memiliki cadangan sumber energi berkualitas," tambahnya.
Selain kaya gizi, bahan pangan lokal relatif lebih alami dan ramah kantong karena sebagian besar dapat ditanam sendiri di pekarangan rumah.
Tidak hanya menerima teori, para peserta juga melakukan praktik langsung pembuatan berbagai varian makanan lokal serta mempelajari teknik pengemasan (packaging). Langkah ini penting agar produk yang dihasilkan siap bersaing, baik di pasar lokal maupun pasar digital.

















































































