Aceh Timur, Gesuri.id – DPC PDI Perjuangan Kota Langsa bersama DPC PDI Perjuangan Aceh Timur kembali mendampingi tim kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor, Sabtu (3/1/2026).
Pelayanan kesehatan ini menyasar masyarakat di Desa Alue Canang, Aceh Timur, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Untuk menjangkau lokasi tersebut, tim medis harus menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam dari Kota Langsa.

Tim kesehatan yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, dan bidan dari Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati. Dokter RSA Laksamana Malahayati, dr. Michelle Mailangkay, mengungkapkan, kondisi di Alue Canang hingga saat ini belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas dasar seperti jaringan komunikasi dan listrik masih belum tersedia.
“Sebagian besar warga mengalami penyakit kulit, seperti kutu air. Selain itu, banyak juga yang menderita hipertensi akibat kondisi pascabencana,” ujar dr. Michelle.
Ia menjelaskan, tekanan psikologis akibat rasa khawatir berkepanjangan membuat sebagian warga mengalami gangguan tidur.
Kondisi tersebut diperparah dengan pola makan yang tidak terkontrol, terutama konsumsi garam dan gula yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, anak-anak di lokasi pengungsian juga rentan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Debu dari lumpur yang telah mengering di sekitar permukiman menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko gangguan kesehatan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, tim RSA Laksamana Malahayati berharap Kementerian Kesehatan dapat mendirikan posko kesehatan permanen di sejumlah titik yang sulit dijangkau.
Dengan adanya posko kesehatan tetap, masyarakat terdampak diharapkan dapat melanjutkan pengobatan serta memperoleh layanan kesehatan secara berkelanjutan tanpa harus menunggu kedatangan tim medis ke lokasi.


















































































