Ikuti Kami

Mbak Tika: Pemkab Kendal Mulai Berikan Pendidikan Gratis S1 Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana

"Kami tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten, tetapi juga kolaborasi dengan usaha, termasuk dengan kampus-kampus."

Mbak Tika: Pemkab Kendal Mulai Berikan Pendidikan Gratis S1 Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal mulai memberikan pendidikan gratis tingkat S1 melalui program satu desa satu sarjana. Program tersebut telah diberlakukan di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan (Polifurneka) Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan melibatkan pemerintah desa dan dunia industri.

"Kami tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten, tetapi juga kolaborasi dengan usaha, termasuk dengan kampus-kampus untuk memberikan fasilitas pendidikan gratis," katanya, Selasa (1/9/2026).

Dyah Kartika Permanasari atau yang akrab disapa Mbak Tika menyebut, sebanyak 49 desa di Kabupaten Kendal telah terlibat dalam program tersebut. Selain itu, terdapat 29 perusahaan industri yang turut memberikan beasiswa kepada mahasiswa Polifurneka.

Menurutnya, persoalan biaya pendidikan tidak mungkin sepenuhnya ditanggung melalui APBD Kabupaten Kendal. Karena itu, pemerintah daerah memilih memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.

Bupati Tika menerangkan, program satu desa satu sarjana dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kurang mampu yang memiliki prestasi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga dunia industri mulai bergandengan tangan agar persoalan biaya tidak menjadi tembok bagi anak-anak berprestasi untuk mengenyam pendidikan tinggi," terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Tika menuturkan kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Kendal. Pemkab Kendal juga membuka peluang menggandeng kampus di luar daerah selama memiliki program yang sesuai dan bersedia berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan warga Kendal.

Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pembiayaan pendidikan, semakin besar pula peluang anak-anak Kendal untuk mengembangkan potensi mereka tanpa terkendala persoalan ekonomi.

"Terima kasih kepada Polifurneka dan semua perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kolaborasi untuk biaya beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu, tetapi berprestasi," terangnya.

Sementara itu, Direktur Polifurneka Kendal Dr Peni Shoffiyati mengatakan terdapat 29 industri yang telah mengalokasikan dana beasiswa pendidikan vokasi ke Polifurneka.

Menurut Peni, beasiswa tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dunia usaha terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Terlebih, pendidikan vokasi saat ini dituntut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Ini bukan hanya investasi, tapi kontribusi nyata terhadap pendidikan vokasi di Indonesia."

"Kami berkomitmen untuk menghasilkan SDM industri yang kompeten, khususnya di bidang industri furnitur," sambungnya.

Dia berharap semakin banyak desa, perusahaan, dan lembaga yang ikut terlibat sehingga akses pendidikan tinggi bagi anak-anak di Kabupaten Kendal semakin luas.

Selain itu, program satu sarjana satu desa juga diharapkan menjadi investasi bersama untuk melahirkan generasi Kendal yang berpendidikan, berkarakter, dan siap mengisi kebutuhan dunia industri.

"Mahasiswa juga harus memiliki soft skill dan karakter kuat seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, etika kerja, serta kemampuan berkolaborasi," tandasnya.

Quote