Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak seluruh generasi untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Merti Desa sebagai warisan leluhur yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial masyarakat.
"Kita harus terus nguri-uri budaya lokal kita agar tidak tergerus, apalagi di tengah kemajuan zaman dan gempuran budaya asing," ungkapnya, Minggu (9/8/2026).
Hal tersebut disampaikan Bupati Tika saat mengapresiasi pelaksanaan Merti Desa Purworejo yang untuk pertama kalinya digelar oleh masyarakat Desa Purworejo. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat guyub rukun warga sekaligus kepedulian masyarakat dalam menjaga adat dan tradisi leluhur.
Bupati Tika menegaskan bahwa Merti Desa bukan sekadar ritual atau perayaan tahunan. Tradisi tersebut memiliki makna yang lebih luas sebagai ruang untuk nguri-uri budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia juga menilai Merti Desa menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat dan rezeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
"Melalui Merti Desa ini kita bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat dari Allah Subhanahu Wata'ala," katanya.
Menurut Tika, nilai penting dalam Merti Desa tidak hanya terletak pada rangkaian kegiatan budaya yang digelar. Lebih dari itu, tradisi tersebut mengandung semangat gotong royong, kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda, terutama di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.
"Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, semangat inilah yang harus terus kita pupuk dan kuatkan. Saya berharap semangat kebersamaan dan gotong royong dapat terus terjaga, persatuan dan kesatuan semakin kokoh," ujarnya.
Bupati Tika berharap Desa Purworejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kendal dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya lokal.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak berarti menolak kemajuan. Masyarakat tetap harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari identitas dan kehidupan sosial.
Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Ahmad Zaini, mengatakan Merti Desa tahun ini merupakan pelaksanaan perdana di Desa Purworejo. Meski baru pertama kali digelar, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
"Rangkaian kegiatan Merti Desa ini sudah kita gelar sejak kemarin-kemarin. Tanggal 7 Agustus kemarin kita gelar seni budaya barongan dan lain-lain. Pada Minggu pagi, kami bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga juga melaksanakan ziarah serta doa bersama, ungkap Kades Purworejo.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan karnaval budaya yang melibatkan masyarakat. Berbagai kegiatan menjadi bagian dari upaya memeriahkan pelaksanaan Merti Desa sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam menjaga tradisi.
Setelah karnaval budaya, masyarakat juga dihibur dengan penampilan Ratu Kendang, Mutik Nida. Pada malam harinya, rangkaian Merti Desa ditutup dengan kegiatan sholawat bersama Majelis Al Muqorrobin.
Ahmad menjelaskan bahwa pelaksanaan Merti Desa pada dasarnya merupakan bentuk sedekah desa sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keberkahan yang telah diberikan Allah SWT.
"Maksud dan tujuannya adalah sedekah desa sebagai bentuk rasa syukur kami atas rezeki yang berlimpah dari Allah SWT. Kita juga berdoa agar diberikan keselamatan, dan warga desa makin guyub rukun, aman, tentram dan damai," pungkasnya.
Pelaksanaan Merti Desa Purworejo perdana tersebut pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat ikatan sosial sekaligus merawat warisan budaya yang telah hidup dalam kehidupan masyarakat.
Melalui keterlibatan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai unsur lainnya, tradisi Merti Desa diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Bupati Tika berharap semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat Desa Purworejo dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Kendal. Dengan menjaga tradisi, memperkuat gotong royong, serta tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang semakin maju tanpa kehilangan jati diri dan akar budayanya.

















































































