Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Erigustian, menegaskan program operasi katarak gratis yang digelar Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Melalui semangat gotong royong, jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka turut membantu sosialisasi dan pendampingan pasien agar semakin banyak warga memperoleh akses layanan kesehatan mata.
"PDI Perjuangan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika mereka membutuhkan pertolongan. Kegiatan operasi katarak ini adalah wujud berpartai untuk rakyat, bukan sekadar retorika," tegas Erigustian, Rabu (28/10/2026).
Ia menambahkan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka telah menggerakkan pengurus hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk membantu menyosialisasikan program sekaligus mendampingi pasien dari Kabupaten Bangka yang dirujuk ke RSUD Depati Hamzah, Kota Pangkalpinang.
Menurut Erigustian, keterlibatan kader dalam kegiatan kemanusiaan menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara Yayasan Rudi Center, PDI Perjuangan, tenaga medis, dan berbagai pihak terkait dapat terus membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya masyarakat dengan gangguan penglihatan akibat katarak.
Program operasi katarak gratis tersebut kembali digelar Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah, Kota Pangkalpinang. Memasuki pelaksanaan kesembilan, kegiatan ini menargetkan 800 pasien mendapatkan penanganan.
Hingga Senin (26/10/2026), sekitar 600 pasien telah terdaftar dan jumlah tersebut masih berpeluang bertambah. Untuk mendukung pelaksanaan operasi, Yayasan Rudi Center mendatangkan sekitar 27 personel tim dokter dari Cicendo, Bandung.
*Rudianto Tjen: Operasi Katarak Hadirkan Harapan Baru*
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Bendahara DPP PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, mengatakan operasi katarak gratis bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan upaya memberikan harapan baru kepada masyarakat agar dapat kembali menikmati penglihatan dengan lebih baik.
"Kita bisa melihat anak cucu kita, senyum cucu-cucu kita, anak-anak kita dan keluarga kita. Tetapi bagi pasien-pasien atau orang tua yang sudah mengalami gangguan mata, tentu saja operasi katarak ini akan menghasilkan cahaya terang dalam kehidupan kita," ujar Rudianto Tjen.
Rudianto menegaskan, program tersebut terbuka bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
"Berpolitik itu adalah kemanusiaan, untuk kemanusiaan. Berpolitik itu untuk memperjuangkan hak-hak rakyat, berpolitik itu untuk menyejahterakan rakyat kita," kata Rudianto.
Ia juga meminta media membantu menyebarluaskan informasi mengenai program operasi katarak gratis agar masyarakat di berbagai wilayah, termasuk pelosok, dapat mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut.
"Saya sangat berharap kepada teman-teman media untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh masyarakat di segala pelosok," ujarnya.
Rudianto menegaskan, pihak penyelenggara tidak membatasi jumlah calon pasien yang dapat memperoleh layanan. Selama hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi katarak dan pasien memenuhi persyaratan medis untuk menjalani operasi, penanganan akan diupayakan.
"Intinya, tidak ada limitnya, berapapun yang datang dan betul-betul terindikasi katarak akan kita operasi," ujarnya.
*Hampir 6.000 Warga Telah Mendapatkan Manfaat*
Rudianto menjelaskan, program operasi katarak gratis tersebut telah berjalan selama kurang lebih sembilan tahun. Sepanjang pelaksanaannya, hampir 6.000 warga Kepulauan Bangka Belitung tercatat telah mendapatkan layanan operasi katarak secara gratis.
Pada pelaksanaan tahun ini, program menjangkau lima kabupaten/kota di Pulau Bangka. Sementara itu, pelayanan bagi masyarakat di Pulau Belitung direncanakan kembali dilaksanakan pada April 2027.
Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan biaya untuk menjalani operasi.
Melalui kolaborasi Yayasan Rudi Center, PDI Perjuangan, tenaga medis, dan jajaran pengurus partai di daerah, operasi katarak gratis diharapkan tidak hanya membantu memulihkan penglihatan pasien, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

















































































