Ikuti Kami

Nepotisme di Kementerian Haji? PDI Perjuangan Semprot Menhaj: Ini Bukan Perusahaan Keluarga!

Kedua anak yang dimaksud adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad.

Nepotisme di Kementerian Haji? PDI Perjuangan Semprot Menhaj: Ini Bukan Perusahaan Keluarga!
Kader PDI Perjuangan, Afthon Lubbi,

Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan, Afthon Lubbi, melontarkan kritik keras terhadap pengangkatan dua anak Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) sebagai tenaga ahli di lingkungan kementerian tersebut. 

Kedua anak yang dimaksud adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad.

Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung

​"Ini bukan soal kompetensi, ini soal etika. Kementerian yang mengurus ibadah umat justru harus menjadi contoh paling bersih. Kalau jabatan dibagi ke anak sendiri, apa bedanya dengan perusahaan keluarga?" ujar Afthon, Senin (26/10).

​Sebelumnya, pihak kementerian berdalih bahwa kedua anak tersebut beserta para santrinya membantu secara sukarela selama tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji. Namun, bagi Afthon, alasan tersebut justru memperlihatkan inti permasalahan.

​"Membantu sukarela itu mulia. Tapi begitu digaji uang negara, berlaku aturan main jabatan publik. Rasa berjasa tidak bisa jadi tiket masuk birokrasi," tegasnya.

​Afthon juga menanggapi klaim menteri yang menyatakan hanya menggunakan empat dari lima jatah tenaga ahli yang tersedia. Menurutnya, persoalan utama bukanlah kuantitas, melainkan transparansi dan kepatutan.

​"Yang dipersoalkan rakyat bukan jumlahnya, tapi siapa yang diangkat," imbuhnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

​Menyikapi polemik ini, Afthon mendesak Presiden untuk segera mengevaluasi pengangkatan tersebut. Ia juga meminta DPR agar memanggil Menteri Haji dan Umrah guna memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

​"Reformasi lahir untuk melawan KKN. Jangan biarkan aroma nepotisme tumbuh lagi, apalagi di kementerian yang membawa nama ibadah," pungkasnya.

Quote