Ikuti Kami

Paul Mei Anton Sebut Wacana Gratis Ongkos Pelajar di Medan Akan Segera Dirapatkan

Penggunaan anggaran tersebut patut disikapi karena dinilai tidak efisien bahkan tidak tepat sasaran.

Paul Mei Anton Sebut Wacana Gratis Ongkos Pelajar di Medan Akan Segera Dirapatkan
Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH menyebut akan segera mengagendakan jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama stakeholder terkait subsidi pengoperasian mobil listrik dengan wacana penggratisan ongkos pelajar naik angkutan umum di Kota Medan.

Hal itu disampaikan Paul Mei Anton Simanjuntak, dikutip Kamis (24/9/2026), menyikapi subsidi APBD Pemko Medan sebesar Rp91 miliar per tahun untuk operasional 72 unit bus listrik di Kota Medan.

Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut patut disikapi karena dinilai tidak efisien bahkan tidak tepat sasaran. Subsidi biaya operasional bus listrik dinilai mubazir dan sebaiknya dialihkan untuk subsidi angkutan kota (angkot) dengan menggratiskan ongkos pelajar.

Paul mengatakan dirinya setuju jika ongkos pelajar di Medan digratiskan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari bantuan bagi siswa prasejahtera.

Namun, Paul yang juga Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan itu mengatakan, untuk merealisasikan program ongkos gratis pelajar di Kota Medan perlu dilakukan kajian mendalam.

"Kita harapkan ada kajian yang matang sehingga tidak memberatkan beban APBD Pemko ke depan," paparnya.

Dalam rencana RDP nantinya, kata Paul, akan diupayakan melibatkan lintas komisi, yakni Komisi 2 dan Komisi 4 DPRD Medan. Sementara dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Medan, pihak yang akan dilibatkan antara lain Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan.

Selain itu, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemko Medan juga akan dilibatkan karena dinilai mengetahui kondisi keuangan daerah.

Paul menambahkan, stakeholder Organda dan Kesper juga akan diundang dalam RDP tersebut. Ia berharap pihak Organda dan Kesper dapat menyampaikan kajian dengan data yang akurat.

"Mereka harus dilibatkan menyangkut sistem angkutan kota (Angkot) dan proyek BRT kelanjutan mobil listrik," pungkasnya.

Quote