Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI Putra Nababan mengungkapkan sebagai kawasan transisi antara Jakarta dan wilayah sekitar, Kecamatan Cakung menghadapi tantangan sosial yang khas akibat tingginya mobilitas penduduk dan heterogenitas masyarakat.
Untuk itu, lanjut Putra, kompleksitas dinamika sosial di wilayah perbatasan Jakarta seperti Cakung menjadi perhatian penting dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI, yang digelar demi memperkuat persatuan dan memperkokoh nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Putra juga menyoroti arus urbanisasi yang terus meningkat telah menciptakan keberagaman latar belakang etnis, budaya, nilai sosial, hingga kondisi ekonomi.
"Wilayah perbatasan seperti Cakung adalah miniatur Indonesia Jakarta Timur. Di sini, keberagaman menjadi kekuatan, tetapi juga bisa menjadi titik rawan gesekan sosial jika tidak diikat oleh nilai kebangsaan yang kuat," demikian disampaikan dalam pemaparannya, Sabtu (29/11).
Putra mencontohkan kepadatan penduduk yang tidak merata mulai dari kawasan industri, permukiman formal, hingga permukiman padat menjadi faktor pemicu persaingan ruang dan fasilitas publik.
"Perbedaan kebiasaan antara warga lama dan pendatang, ketimpangan ekonomi, serta minimnya ruang interaksi juga disebut sebagai kondisi yang memperbesar potensi konflik di masyarakat," katanya.
Maka, melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Putra mengingatkan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman hidup bersama.

Kader Banteng itu menegaskan penguatan jati diri bangsa merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di wilayah dengan keragaman tinggi.
"Hoaks dan narasi provokatif dapat memperkeruh suasana sosial, terutama di daerah perbatasan yang sensitif terhadap isu identitas. Karena itu, literasi digital dan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan informasi menjadi bagian penting dari materi sosialisasi," ungkap Putra.
Mantan pemred Metro TV itu berharap melalui pemahaman yang komprehensif terhadap 4 pilar, masyarakat Cakung diharapkan mampu menjaga persatuan, mengatasi perbedaan, serta mengubah potensi gesekan menjadi kekuatan soliditas warga.
"Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan di kawasan urban yang terus berkembang," pungkasnya.

















































































