Tapteng, Gesuri.id – Relawan Kesehatan DPP PDI Perjuangan bersama relawan DPC PDI Perjuangan Tapanuli Tengah dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor sekaligus menggelar layanan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak di Desa Sipangi, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (5/1).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan di tengah kondisi medan yang sangat sulit. Akses jalan menuju desa terdampak terputus akibat longsor, memaksa para dokter diaspora, relawan kesehatan, serta personel Baguna PDI Perjuangan berjalan kaki menembus jalur darurat, melintasi jembatan sementara, jalanan berlumpur, hingga medan berbukit demi menjangkau para korban.
Tak hanya menghadapi medan ekstrem, kendaraan yang ditumpangi para relawan dan tenaga medis juga beberapa kali mengalami kesulitan melintas akibat jalan rusak parah dan tertimbun lumpur tebal. Dalam sejumlah titik, relawan tampak bahu-membahu mendorong kendaraan agar dapat terus melaju membawa obat-obatan serta bantuan sembako untuk warga.
Meski harus berjibaku dengan kondisi alam yang berat, semangat para relawan tak surut. Setibanya di lokasi pengungsian, ratusan warga menyambut dengan antusias kehadiran tim medis PDI Perjuangan. Warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diberikan oleh para dokter dan relawan kesehatan.
Selain layanan medis, tim relawan juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen DPP PDI Perjuangan dalam merespons cepat bencana alam dan memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Relawan Kesehatan PDI Perjuangan diketahui diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak bencana, termasuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, guna memberikan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan berharap masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi sosial, serta tetap kuat menghadapi masa-masa sulit pascabencana.

















































































