Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menegaskan komitmennya menyejahterakan petani Kabupaten Cirebon melalui kebijakan berbasis data saat kunjungan ke Desa Gebang Udik, Kecamatan Gebang, Minggu (15/2/2026).
“Kalau traktor sudah digunakan, ada baiknya dibersihkan. Mesin dikontrol dan dirawat, supaya kondisinya tetap bagus. Dengan adanya traktor ini, semoga hasil panen makin banyak dan pendapatan petani jadi lebih besar,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini, dikutip Selasa (17/2).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin menekankan bahwa setiap aspirasi masyarakat harus dicatat secara sistematis dan dijadikan landasan dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, data yang akurat mengenai kebutuhan, tantangan, dan capaian petani menjadi kunci agar program pemerintah tepat sasaran.
Kelompok Madu Tani III di Desa Gebang Udik menjadi salah satu penerima manfaat program aspirasi yang diperjuangkannya. Melalui dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kelompok tersebut memperoleh bantuan traktor roda 4 yang telah digunakan selama tiga bulan terakhir. Bantuan itu memudahkan pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
“Alhamdulillah, para petani sangat terbantu dengan adanya traktor roda 4. Sawah lebih cepat digarap, dan kami berharap hasil panen semakin meningkat,” ungkap Tiroh, Ketua Kelompok Madu Tani III.
Rokhmin menegaskan bahwa bantuan traktor tersebut merupakan bukti nyata komitmennya terhadap rakyat di daerah pemilihannya.
“Saya bukan kacang lupa kulit. Sebagai anggota DPR RI dari dapil Cirebon-Indramayu, saya perjuangkan dan realisasi aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai politisi yang lahir di Gebang dan pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004, ia kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani. Ia menyadari tidak semua aspirasi dapat direalisasikan sekaligus karena keterbatasan anggaran.
“Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus. Ada proses dan waktu. Tetap bersabar, karena satu demi satu aspirasi masyarakat akan direalisasikan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan aspirasi merupakan proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan pengawalan bersama.
“Tetap bersabar dan saling mengingatkan. Satu demi satu aspirasi masyarakat akan direalisasikan,” tuturnya.
Dengan pendekatan berbasis data, aspirasi masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga pijakan dalam merumuskan kebijakan yang terukur dan tepat sasaran. Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa politik aspirasi diwujudkan melalui kerja nyata bagi petani di Gebang, Kabupaten Cirebon.

















































































