Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, menyerahkan bantuan jaring tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada para nelayan di Cirebon, baru-baru ini.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan rakyat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Dengan jaring yang lebih modern dan ramah lingkungan, kita ingin nelayan Cirebon mampu meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem. Bantuan ini adalah bagian dari strategi besar KKP untuk menjadikan perikanan rakyat lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Prof. Rokhmin, dikutip dari Instagram @rokhmindahuriid, Jumat (23/1).
Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu menegaskan bahwa nelayan merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan laut Indonesia. Karena itu, dukungan berupa alat tangkap yang lebih efisien dan ramah lingkungan dinilai penting agar nelayan dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kelestarian laut.
Bantuan jaring dari KKP tersebut juga menjadi simbol bahwa janji politik tidak berhenti pada masa kampanye. Dengan jaring baru, nelayan Cirebon diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, menekan biaya operasional, serta memperkuat daya saing di pasar lokal maupun nasional.
“Alhamdulillah, saya senang memenuhi janji kampanye saya untuk datang lagi. Tidak kacang lupa pada kulitnya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan semoga dapat berkah dari Allah,” ucap Prof. Rokhmin, disambut tepuk tangan para nelayan yang hadir.
Selain menyerahkan bantuan, Prof. Rokhmin yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu berdialog langsung dengan nelayan terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari fluktuasi harga ikan, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan akses permodalan. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus bersifat berkelanjutan.
“Nelayan adalah pahlawan pangan laut Indonesia. Kita harus pastikan mereka sejahtera, berdaya saing, dan tetap menjaga laut agar lestari,” tegasnya.
Bantuan jaring ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya operasional nelayan sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Selama ini, banyak nelayan tradisional masih menggunakan jaring lama yang kurang efisien. Dengan dukungan KKP, peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi Cirebon sebagai sentra perikanan di Jawa Barat semakin terbuka.
Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat pesisir dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.
“Kita tidak bisa membiarkan nelayan berjuang sendiri. Dukungan teknologi, akses pasar, dan kebijakan yang berpihak harus berjalan seiring,” jelasnya.
Selain bantuan jaring, KKP berkomitmen memberikan pelatihan teknis penggunaan alat tangkap ramah lingkungan serta pendampingan pengelolaan hasil tangkapan agar memiliki nilai tambah. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang lebih sehat dan membuka peluang usaha baru di bidang pengolahan serta distribusi hasil laut.
Bagi masyarakat pesisir Cirebon, kehadiran Prof. Rokhmin membawa harapan baru. Bantuan jaring ini tidak hanya menjadi sarana produksi, tetapi juga simbol keberpihakan negara terhadap nelayan kecil dan masa depan laut Indonesia yang lestari.

















































































