Ikuti Kami

Sekjen Hasto Kunjungi SD Bung Karno, Tumbuhnya Kebangsaan

“Jadi, ini adalah tempat yang sangat bersejarah, di mana kesadaran kebangsaan dari Bung Karno dibangun sejak sekolah di SD ongko loro ini".

Sekjen Hasto Kunjungi SD Bung Karno, Tumbuhnya Kebangsaan
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Purwo Tengah, tempat Bung Karno menempuh pendidikan formalnya. (Istimewa)

Mojokerto, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Purwo Tengah, tempat Bung Karno menempuh pendidikan formalnya. 

Baca: Adian Ungkap Masa Lalu Jokowi Saat Jadi Tukang Kayu

Di tengah-tengah Kunjungannya, Hasto menerangkan bahwa sekolah ini merupakan tempat yang sangat bersejarah. Di tempat itulah, kesadaran Bung Karno tumbuh.

“Jadi, ini adalah tempat yang sangat bersejarah, di mana kesadaran kebangsaan dari Bung Karno dibangun sejak sekolah di SD ongko loro ini, dengan melihat berbagai ketidakadilan akibat praktik yang berbeda antara anak-anak Bumi Putera dan Belanda,” jelas Hasto, Minggu (26/9).

Sehingga, jelas Hasto, gagasan Wali Kota Mojokerto untuk menjadikan SD Purwo Tengah (ongko loro) sebagai bagian dari cagar budaya mendapat dukungan penuh dari PDI Perjuangan. Dirinya akan melakukan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset, Nadiem Makarim, untuk membahas program-program yang sangat penting bagi sejarah bangsa.

“Sehingga gagasan Ibu Wali Kota Mojokerto untuk menjadikan sekolah ongko loro sebagai bagian dari keseluruhan rekam jejak perjuangan Bung Karno itu sangat penting,” terang Hasto.

“Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya, bahkan kami akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Nadiem Makarim, untuk membahas bagaimana program-program yang sangat penting bagi sejarah bangsa, khususnya terkait Bung Karno ini dapat ditempatkan di tempat sewajarnya,” tambah Hasto.

Menurutnya, tempat ini menjadi ruang spirit dari perjuangan Bung Karno juga simbol-simbol kerajaan Majapahit yang sangat kental di wilayah pusat kerajaan Majapahit ini.

“Begitu juga pemikiran Soekarno yang sangat terbuka dan juga bagaimana tradisi Soekarno dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sebagai pilar kemajuan bangsa,” beber Hasto.

Di denah pembangunan yang dipersiapkan pemerintah Kota Mojokerto, Hasto melihat berbagai aspek kebudayaan, mulai dari patung Bung Karno dan bentuk-bentuk pendidikan saat itu.

“Kemudian sebagai tempat kontemplasi perjalanan Bung Karno, adanya Soekarno Corner dengan tetap mempertahankan keasliannya,” terangnya.

Baca: Korupsi Lahan Munjul, Gembong: Terkait Program DP Nol Persen

Kemudian Bung Karno sebagai pecinta seni juga harus dimasukkan dan diperkuat dengan struktur bangunan yang baru.

“Bung Karno juga pecinta seni dan itu juga perlu diperkuat. Bangunan yang ada di sini juga menunjukkan, bahwa soekarno menyampaikan gagasan Indonesia begitu kaya dalam tradisi kebudayaan kita, untuk mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, merupakan hal yang sangat baik untuk dikembangkan,” tutup Hasto. Pada kunjungannya kali ini, Sekjen PDI Perjuangan ini didampingi oleh Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, Ketua DPC PDI Perjuangan, Santoso Bekti Wibowo dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ahamd Yustinus Ariyanto serta Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Dilansir dari pdiperjuanganjatim.

 

 

Quote