Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menegaskan perjalanan panjang menuju Kabupaten Meranti menjadi bagian dari komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung berbagai kebutuhan warga, serta menyerap aspirasi yang akan diperjuangkan melalui tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
“Perjalanan panjang menuju Kabupaten Meranti, bukan sekadar tentang jarak yang ditempuh, tetapi tentang langkah untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya dikutip di akun istagram pribadinya, Senin (10/8/2026).
Dewi Juliani menyampaikan, kegiatan reses bukan hanya menjadi agenda rutin anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, kehadiran seorang wakil rakyat harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan, kebutuhan, maupun berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Reses adalah kesempatan untuk hadir, mendengar, dan memahami langsung apa yang menjadi harapan serta kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai setiap perjalanan dan pertemuan dengan masyarakat memiliki tujuan yang jelas, yakni memastikan suara dari daerah dapat didengar dan diperjuangkan.
Dewi menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi perwakilan dan memperjuangkan kepentingan warga.
“Sebab, setiap perjalanan selalu punya tujuan. Dan bagi saya, tujuan itu adalah mendengar, menyerap aspirasi, dan membawa suara masyarakat untuk diperjuangkan,” katanya.
Dalam pertemuan bersama masyarakat, Dewi Juliani juga menerima sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan sarana pendukung pendidikan anak-anak.
Aspirasi tersebut antara lain menyangkut kebutuhan perbaikan atau penyediaan atap dan kursi untuk mendukung kegiatan belajar, serta permintaan bantuan pakaian seragam bagi anak-anak.
Dewi menyatakan akan memperjuangkan kebutuhan sarana pendidikan yang disampaikan masyarakat melalui jalur yang sesuai. Sementara untuk kebutuhan seragam, ia menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan secara pribadi tanpa harus melalui pengajuan proposal.
“Jadi untuk atap dan kursi yang disampaikan tadi karena ini mendukung untuk pendidikan anak-anak tentunya akan saya perjuangkan dan untuk baju seragam saya tidak perlu mengajukan proposal, nanti dari pribadi saya, saya akan kirimkan,” ungkapnya.
Menurut Dewi, perhatian terhadap pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, kebutuhan dasar yang dapat mendukung proses belajar anak-anak perlu mendapatkan perhatian bersama.
Ia menegaskan bahwa kegiatan reses harus menjadi jembatan antara masyarakat dan wakil rakyat. Aspirasi yang disampaikan tidak boleh berhenti pada forum pertemuan, tetapi harus menjadi bahan perjuangan dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.
Bagi Dewi, perjalanan panjang ke daerah-daerah bukan semata tentang agenda kunjungan, melainkan bagian dari upaya untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Melalui dialog langsung, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara lebih konkret, mulai dari persoalan pendidikan, pembangunan, ekonomi, hingga kebutuhan sosial lainnya.
Reses di Kabupaten Meranti tersebut pun menjadi momentum bagi Dewi Juliani untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membawa aspirasi masyarakat ke tingkat yang lebih luas.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjaga sehingga berbagai kebutuhan dan persoalan yang ada di daerah dapat diperjuangkan secara bertahap demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Dewi, suara masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap langkah perjuangannya sebagai wakil rakyat. Karena itu, mendengar, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi warga menjadi tujuan utama dari setiap perjalanan dan pertemuan yang dilakukan di tengah masyarakat.

















































































