Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Eri Gustian, menegaskan kegiatan skrining kesehatan dan persiapan operasi katarak bersama Rudi Center merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatan yang lebih baik.
"Tentunya kegiatan ini adalah acara kemanusiaan, membantu masyarakat yang penglihatannya tadi kurang terang. Kami berharap semoga mereka penglihatannya ke depan akan lebih terang lagi," kata Eri Gustian, Senin (12/10/2026).
Kegiatan bakti sosial tersebut dipusatkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Senin (12/10/2026). Sebanyak 107 orang tercatat mendaftar dan mengikuti proses skrining sebagai tahap awal sebelum menjalani operasi katarak di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang.
Eri menjelaskan, kader PDI Perjuangan turut membantu mobilisasi calon pasien dari berbagai kecamatan, termasuk Mendo Barat dan Riau. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan warga yang mengalami kendala transportasi agar tetap bisa mengikuti pemeriksaan.
Pihaknya juga memastikan pendaftaran calon pasien masih dibuka menjelang jadwal operasi. Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan yang disiapkan panitia.
"Sampai hari tanggal 26 sampai 29 nanti, kami masih bisa membuka ruang, membuka pendaftaran bagi calon pasien," ucapnya.
Eri menambahkan, calon pasien yang berhalangan hadir atau sedang kurang sehat ketika jadwal skrining dapat datang langsung pada 29 Oktober untuk difasilitasi proses pendaftarannya.
"Bagi calon pasien yang berhalangan hadir atau kondisi fisiknya kurang sehat pada saat screening, disarankan untuk langsung datang pada tanggal 29 guna difasilitasi pendaftarannya," terangnya.
Sementara itu, Direktur Rudi Center, Imam Wahyudi, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan kader PDI Perjuangan dari berbagai wilayah di Pulau Bangka. Para kader berperan mengoordinasikan, mengantar, hingga memastikan calon pasien dapat kembali setelah mengikuti pemeriksaan.
"Ini terus berproses. Jadi masing-masing mereka mengantar kader kita di setiap kecamatan, mengkoordinir kemudian membawa mereka ke sini sampai mereka pulang," ungkap Imam Wahyudi.
Imam menjelaskan, target penerima layanan operasi katarak untuk Pulau Bangka mencapai sekitar 800 orang. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan serupa di Pulau Belitung direncanakan berlangsung pada Maret 2027.
Jadwal operasi disesuaikan dengan ketersediaan waktu tim dokter spesialis mata yang berasal dari Ciledug, Bandung. Penyesuaian tersebut dilakukan agar pelaksanaan operasi dapat berjalan sesuai kesiapan tenaga medis.
Imam menyebut jumlah pasien yang ditangani pada kegiatan sebelumnya pernah mencapai 1.000 orang. Dengan rencana perluasan pelayanan ke Pulau Belitung, total penerima manfaat di Bangka Belitung diperkirakan berpotensi mencapai 1.500 hingga 1.600 orang.
"Biasanya tahun lalu kita tembus 1.000, mungkin ditambah Belitung nanti bisa sampai 1.500-1.600 orang. Kita bersyukur kalau memang ada dari waktu ke waktu turun bukan naik, itu kan masyarakat Bangka Belitung matanya sudah semakin sehat," bebernya.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka dan Rudi Center berharap semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses layanan pemeriksaan dan operasi katarak. Keterlibatan kader dalam pendampingan pasien juga menjadi bagian dari upaya gotong royong untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.

















































































