Ikuti Kami

Sungai Berubah Jadi Lautan Kayu, Ribka Tjiptaning: PDI Perjuangan Hadir Atas Perintah Ibu Megawati

Sungai yang berubah menjadi “sungai kayu” menjadi bukti nyata besarnya kekuatan alam yang menerjang permukiman warga.

Sungai Berubah Jadi Lautan Kayu, Ribka Tjiptaning: PDI Perjuangan Hadir Atas Perintah Ibu Megawati
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Prof. dr. Ribka Tjiptaning dan Wasekjen DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu - Foto: Gen Banteng

Aceh Utara, Gesuri.id – Sungai di Desa Gedumpak, Aceh Utara, tak lagi tampak seperti aliran air biasa. Batang-batang kayu berukuran besar hanyut dan menumpuk, membentuk pemandangan yang mencerminkan betapa dahsyatnya bencana yang melanda wilayah tersebut. Arus air yang kuat menyeret apa saja di hadapannya, meninggalkan luka mendalam bagi warga.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning, turun langsung ke lokasi bersama Wasekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu dan para relawan Kesehatan serta pasukan ambulans DPP PDI Perjuangan. Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar partai hadir di tengah rakyat yang sedang tertimpa musibah.

“Saya diperintah langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua DPP Bidang Kesehatan, bersama Ibu Sri Rahayu sebagai Wasekjen Bidang Kerakyatan, untuk datang ke Aceh. Kami berada di Desa Gedumpak, Aceh Utara, yang kita semua lihat di berita,” ujar Ribka di tengah tumpukan kayu gelondongan berukuran besar.

Menurut Ribka, kondisi di lapangan jauh lebih menyayat hati dibandingkan yang terlihat di layar televisi. Sungai yang berubah menjadi “sungai kayu” menjadi bukti nyata besarnya kekuatan alam yang menerjang permukiman warga.

“Ternyata betul apa yang kita lihat. Ini menyakitkan. Sungai ini berubah menjadi sungai kayu yang luar biasa. Kayu-kayu besar hanyut. Bisa dibayangkan seperti apa arusnya sampai mampu membawa batang kayu sebesar ini,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, PDI Perjuangan tidak hanya datang untuk melihat kondisi warga, tetapi juga membawa bantuan nyata. Meski dengan keterbatasan, bantuan dibagi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak.

“Kami memberikan bantuan walaupun sedikit, karena harus kita bagi-bagi. Ada bantuan sembako, ada tim kesehatan yang membawa obat-obatan dari DPP, juga tim medis—perawat, dokter, dan bidan—yang sudah berangkat dari DPP sejak 29 Desember lalu,” jelas Ribka.

Ia menegaskan, kehadiran tim medis dan relawan kesehatan menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan PDI Perjuangan, terutama di tengah kondisi darurat ketika akses layanan kesehatan warga sangat terbatas.

Ribka juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan kemanusiaan ini akan beriringan dengan agenda partai, termasuk peringatan hari ulang tahun PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan secara sederhana bersama para kader di Lhokseumawe.

“Teman-teman nanti juga akan merayakan hari ulang tahun partai di Lhokseumawe, di Kapal Malahayati, bersama teman-teman semua,” tuturnya.

Bagi Ribka, bencana adalah pengingat bahwa kehadiran partai politik tidak boleh berhenti pada wacana. “Di tengah bencana, yang paling penting bukan sekadar melihat, tapi hadir dan bergerak bersama rakyat,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan pada kemanusiaan, PDI Perjuangan kembali menegaskan komitmennya untuk selalu berada di sisi rakyat, terutama saat mereka menghadapi masa-masa paling sulit. “Terima kasih. Merdeka,” tutup Ribka.

Quote