Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, GM Totok Hedi Santosa, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang kepada UMKM Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini Kalongan di Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha kelompok sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Karena fungsi saya adalah mewakili Bapak semua, mencoba ikut menyalurkan apa yang menjadi kewajiban dari seluruh BUMN yang ada," kata Totok Hedi Santosa dalam sambutannya, dikutip pada Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pemberdayaan yang dijalankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, BUMN tidak hanya bertanggung jawab menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program TJSL.
"Diharapkan BUMN itu kemudian punya keuntungan-keuntungan. Dan salah satu sekian persen keuntungan, sesuai dengan undang-undang, harus disalurkan lagi kepada masyarakat dalam bentuk yang sesuai dengan kegiatan masyarakat," jelasnya.
Ia berharap bantuan sarana dan prasarana yang diberikan Pegadaian dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan usaha KWT Kartini Kalongan. Menurutnya, dukungan fasilitas produksi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan kelompok usaha yang dikelola masyarakat secara bersama-sama.
"Sarana produksi itu diharapkan kemudian organisasi KWT ini berkembang. Harapannya, dengan berkembang itu setidaknya anggota KWT bisa menunjukkan kesejahteraan," ungkapnya.
Totok menambahkan, perkembangan KWT diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian para anggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar. Ia turut mengapresiasi peran pendamping yang membantu menjembatani kebutuhan kelompok dengan program bantuan agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, Totok menekankan pentingnya penyaluran bantuan BUMN berdasarkan skala prioritas. Menurutnya, kebutuhan masyarakat sangat beragam, sedangkan kemampuan perusahaan dalam memberikan dukungan memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, bantuan perlu diarahkan kepada kelompok atau kegiatan yang dinilai dapat memberikan manfaat nyata.
"Kalau BUMN membantu semuanya, ya bangkrut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Sehingga dipilih yang diharapkan bantuan itu bisa memberikan manfaat," jelasnya.
Karena itu, ia berpesan agar bantuan dari Pegadaian dikelola dengan baik dan digunakan sesuai kebutuhan usaha sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Harapan saya, bantuan dari Pegadaian ini digunakan secara maksimal sehingga hasilnya bisa optimal," ungkap Totok.
Ia juga berharap perkembangan usaha KWT Kartini Kalongan ke depan dapat membuka peluang hadirnya dukungan lain yang lebih besar. Melalui penyaluran bantuan TJSL tersebut, sinergi antara wakil rakyat, BUMN, dan kelompok masyarakat diharapkan terus terjalin untuk memperkuat pemberdayaan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Sleman.

















































































