Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Prof. H. Rokhmin Dahuri, M.S. menegaskan Islam memiliki solusi komprehensif untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan manusia, mulai dari krisis individu, kemiskinan, kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, konflik geopolitik hingga krisis kepemimpinan.
"Kita harus membedah masalah ini dalam dua tingkatan, masalah individu dan masalah nasional serta dunia. Dan untuk keduanya, Islam punya panduan yang sangat fundamental," buka Prof. Rokhmin.
Pernyataan tersebut disampaikan Guru Besar FPIK IPB University itu dalam forum kajian daring Ngaji Bareng Online (NBO) #1759 yang digelar Minggu (18/10/2026).
Di hadapan ratusan peserta Zoom dari berbagai kalangan, Rokhmin membawakan tema "Islam Satu-Satunya Solusi Permasalahan Kehidupan Manusia".
Menurut Rokhmin, Islam tidak semata-mata mengatur ritual ibadah, tetapi merupakan sistem kehidupan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari persoalan personal hingga kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan, politik, dan hubungan antarbangsa.
Kembali kepada Spiritualitas
Dalam paparannya, Rokhmin terlebih dahulu menyoroti persoalan yang terjadi di dalam diri manusia. Ia melihat kecemasan, stres kronis, hingga depresi sebagai salah satu fenomena yang semakin menonjol di tengah kehidupan modern.
Tekanan kehidupan dan gempuran media sosial, menurutnya, membuat sebagian manusia kehilangan ketenangan dan pegangan spiritual.
Rokhmin menilai solusi terhadap persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui hiburan atau motivasi sesaat. Penguatan spiritualitas dan hubungan manusia dengan Allah SWT menjadi salah satu kunci untuk memperoleh ketenangan batin.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Rokhmin menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak dapat diperoleh hanya melalui materi.
"Ketenangan hakiki itu tidak bisa dibeli. Hati yang gelisah hanya bisa tenang dengan zikir, dengan kembali mengingat Allah SWT," tegasnya.
Selain persoalan psikologis, Rokhmin juga menyoroti dekadensi moral yang terjadi di tengah masyarakat. Penyalahgunaan narkoba, korupsi, kecurangan dalam transaksi hingga intoleransi dinilainya menjadi persoalan serius yang dapat merusak kualitas generasi dan kehidupan sosial.
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 tersebut menekankan pentingnya penguatan iman dan takwa atau IMTAQ sebagai fondasi pembentukan karakter manusia.
Ia kemudian mengutip janji Allah dalam Surah At-Thalaq ayat 2-5 mengenai jalan keluar dan rezeki bagi orang-orang yang bertakwa.
"Ini bukan janji manusia, ini janji Allah. Takwa adalah kunci sukses dunia dan akhirat," ujarnya.
Lima Krisis Dunia
Memasuki persoalan pada tingkat nasional dan global, Rokhmin memetakan lima persoalan besar yang menurutnya menjadi tantangan kehidupan manusia saat ini.
Pertama, pengangguran dan kemiskinan.
Rokhmin menilai Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras dan tidak bermalas-malasan. Ia merujuk pada perintah dalam Surah Al-Insyirah dan Al-Jumu'ah agar manusia berusaha dan mencari karunia Allah di muka bumi.
Namun, menurutnya, Islam juga memiliki mekanisme sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu menciptakan distribusi kekayaan yang lebih adil.
Kedua, kesenjangan sosial dan gaya hidup konsumtif.
Menurut Rokhmin, kesenjangan sosial tidak terlepas dari sikap kikir dan ketakutan terhadap kemiskinan di satu sisi, serta gaya hidup berlebihan di sisi lainnya.
Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan dengan mendorong umat untuk gemar berinfak sekaligus menjauhi tabdzir atau pemborosan.
Ketiga, kerusakan lingkungan.
Sebagai pakar kelautan, Rokhmin memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan bertentangan dengan prinsip Islam.
Ia mengutip Surah Ar-Rum ayat 41:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia."
Rokhmin juga mengaitkannya dengan perintah dalam Surah Al-Qasas ayat 77 agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi.
"Mengelola bumi harus berkelanjutan. Menebang hutan seenaknya, merusak gambut, mencemari laut, itu dilarang keras dalam Islam," tegasnya.
Menurutnya, prinsip keberlanjutan harus menjadi landasan dalam pengelolaan sumber daya alam. Pemanfaatan hutan, lahan gambut, laut dan sumber daya lainnya tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun generasi mendatang.
Islam dan Persoalan Perang
Keempat, geopolitik dan perang.
Rokhmin menilai berbagai konflik yang terjadi di dunia membutuhkan pendekatan yang mengedepankan keadilan dan perdamaian. Dalam perspektif Islam, menurutnya, terdapat prinsip hak untuk membela diri, tetapi tetap disertai larangan untuk melampaui batas.
Perang dalam Islam, lanjutnya, bukan dimaksudkan sebagai instrumen penjajahan, melainkan berkaitan dengan upaya mempertahankan keadilan dan perdamaian.
Kelima, krisis kepemimpinan.
Rokhmin menyebut persoalan kepemimpinan sebagai salah satu akar dari berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Menurutnya, pemimpin harus memiliki kompetensi sekaligus landasan iman dan takwa. Ia juga mengutip janji Allah bahwa keimanan dan ketakwaan suatu masyarakat akan membuka keberkahan dari langit dan bumi.
Islam Harus Diimplementasikan Secara Holistik
Menutup kajian NBO #1759 yang berlangsung interaktif tersebut, Rokhmin mengajak masyarakat untuk tidak menjalankan ajaran Islam secara parsial maupun hanya pada momentum tertentu.
Menurutnya, nilai-nilai Islam harus diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun ketenangan jiwa, bekerja, berdagang, memimpin, serta menjaga lingkungan.
"Islam itu harus diimplementasikan secara holistik, secara kaffah. Dari cara kita menenangkan hati, bekerja, berdagang, memimpin, sampai cara kita menjaga hutan dan laut. Jika itu kita lakukan, insya Allah kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan akan terwujud," pungkasnya.
Kajian Ngaji Bareng Online yang rutin digelar tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk membahas berbagai persoalan kehidupan dari perspektif keislaman, sekaligus mendorong penguatan nilai spiritual dan moral dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.

















































































