Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti menegaskan pentingnya peran seluruh struktur partai, termasuk anggota fraksi di daerah, untuk ikut mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar situs.
“Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah aset yang sangat bernilai, tidak hanya bagi Lampung Timur, tetapi juga bagi Provinsi Lampung secara keseluruhan. Saya menitipkan kepada seluruh anggota fraksi dan struktur partai di daerah agar ikut mendukung, menjaga, dan mengembangkan kawasan ini,” ujar Winarti.
Winarti juga berpesan agar seluruh pihak bersama-sama menjaga alam, menjaga kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik, khususnya sampah plastik, demi keberlanjutan kawasan wisata sejarah tersebut.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Menurutnya, pengembangan objek wisata sejarah seperti Pugung Raharjo tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal serta menjadi sarana edukasi yang penting bagi generasi muda.
Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan salah satu situs kepurbakalaan terpenting di Lampung. Secara administratif, situs ini berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Kawasan ini terletak di dataran berketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi tanggul yang diyakini sebagai peninggalan sistem pertahanan pada masa lampau.

Situs ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi karena menyimpan peninggalan dari berbagai periode, mulai dari zaman prasejarah (megalitik), klasik Hindu-Buddha, hingga zaman Islam. Keberagaman temuan tersebut menjadikan Pugung Raharjo sebagai laboratorium sejarah terbuka yang sangat penting bagi dunia pendidikan.
Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Situs Pugung Raharjo pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh warga transmigran saat membuka hutan. Temuan awal berupa arca yang kemudian dikenal sebagai Arca Bodhisatwa, yang menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha di wilayah tersebut.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Penelitian lanjutan dilakukan secara berkesinambungan oleh berbagai lembaga dan pakar kepurbakalaan. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa kompleks megalitik Pugung Raharjo memiliki luas sekitar 25 hektare dan telah mengalami proses pemugaran sejak akhir 1970-an hingga awal 1980-an oleh pemerintah pusat.
Selain sebagai destinasi wisata, Taman Purbakala Pugung Raharjo juga memiliki makna strategis sebagai sumber pembelajaran sejarah. Berdasarkan kajian akademik, situs ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tentang sejarah awal masyarakat Sumatera, khususnya Lampung, dengan bukti-bukti autentik yang bersifat primer.
Berbagai peninggalan yang ditemukan di kawasan ini antara lain punden berundak, batu berlubang, lumpang batu, kapak batu, kompleks batu mayat, kolam megalitik, arca Bodhisatwa, prasasti klasik, hingga prasasti dan nisan dari masa Islam. Keberagaman artefak tersebut menunjukkan adanya kesinambungan peradaban yang panjang di wilayah Lampung.

















































































