Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng, Yohanes Winarto, mendorong generasi muda untuk membangun konsistensi antara nilai, ucapan dan tindakan sebagai bekal dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yohanes dalam kegiatan Sekolah Legislator Muda yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berdialog, serta memahami proses legislasi dan kebijakan publik.
“Nah ini yang kadang-kadang budaya yang sulit ya makanya sebagai anak fakultas hukum itu karena nanti kalian akan banyak menghadapi tantangan ada tuntutan godaan bisa nggak mengatakan tidak,” kata Yohanes dikutip di instagram pribadinya Selasa (22/9/2026).

Menurut Yohanes, mahasiswa dan generasi muda, khususnya yang mempelajari hukum, nantinya akan menghadapi berbagai tantangan ketika memasuki dunia kerja maupun menjalankan peran di tengah masyarakat. Karena itu, keberanian untuk mempertahankan prinsip menjadi hal yang penting.
Ia menekankan pentingnya kemampuan menolak intervensi kepentingan ketika sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, konsistensi diperlukan agar perjuangan yang dilakukan tetap berada pada prinsip yang diyakini.
“Jadi menolak intervensi kepentingan ketika kalian sedang memperjuangkan kebenaran untuk kepentingan rakyat ada satu kelompok yang mencoba "Melobi" udah beres kamu nggak usah susah-susah ngapain udah ini ada alokasi berani nggak kalian mengatakan tidak untuk kalian berjuang harus konsisten,” ujarnya.
Yohanes mengatakan konsistensi merupakan kesesuaian antara apa yang disampaikan dengan tindakan yang dilakukan. Nilai tersebut, menurut dia, perlu dibangun sejak generasi muda agar menjadi karakter ketika mereka nantinya mengambil peran dalam pembangunan.
“Kalau di istilah yang sering populer satu kata dan perbuatan itu namanya konsisten apa yang di keluar tadi ya perbuatan itu namanya konsisten apa yang di keluar ya diucapkan ya harus sama dengan tindakannya itulah yang harus terus di lakukan oleh kalian yang tadi bapak sampaikan di dalam membangun diri kalian di bangun dengan sebuah nilai-nilai yang konsisten nanti kalian akan terbentuk menjadi pribadi yang tentunya akan meneruskan perjalanan bangsa ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Yohanes juga menilai Sekolah Legislator Muda dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh proses legislasi dan kebijakan publik.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan, kesadaran, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.
“Sekolah Legislator Muda menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berdialog, dan memahami proses legislasi serta kebijakan publik,” ujar Yohanes.
Kegiatan tersebut digelar bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda agar lebih memahami proses pengambilan kebijakan serta peran mereka dalam pembangunan.
“Bersama Universitas Negeri Semarang, mari membangun generasi muda yang memiliki wawasan, kesadaran, dan keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa,” pungkasnya.
Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan dan perjalanan bangsa ke depan.
“Generasi Muda, Pilar Indonesia,” tegasnya.

















































































