Ikuti Kami

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Citra Pitriyami: Titik Balik Bangun Ketangguhan Masyarakat Pesisir

Gempa bermagnitudo 7,7 yang memicu tsunami dua dekade lalu dan menewaskan lebih dari 600 orang menjadi pelajaran berharga.

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Citra Pitriyami: Titik Balik Bangun Ketangguhan Masyarakat Pesisir
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menegaskan tragedi tsunami 17 Juli 2006 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk membangun kawasan pesisir yang lebih aman dan tangguh. Hal itu disampaikannya dalam webinar peringatan 20 tahun tsunami Pangandaran yang diselenggarakan bersama BMKG, UNESCO, dan BNPB, Kamis (16/7/2026).

“Pengalaman pahit ini menjadi titik balik bagi kami untuk membangun ketangguhan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Citra menjelaskan, gempa bermagnitudo 7,7 yang memicu tsunami dua dekade lalu dan menewaskan lebih dari 600 orang menjadi pelajaran berharga karena saat itu masih banyak masyarakat yang belum memahami ancaman bencana di wilayah pesisir. Pengalaman tersebut kemudian mendorong pemerintah daerah untuk mengintegrasikan aspek mitigasi bencana ke dalam setiap kebijakan pembangunan.

Menurutnya, selama dua dekade terakhir Pemkab Pangandaran telah memperkuat strategi pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana melalui tiga langkah utama. Langkah pertama adalah memperkuat penataan ruang berbasis risiko serta pembangunan infrastruktur pelindung pesisir. Pemerintah daerah juga memperketat regulasi zonasi kawasan permukiman di sepanjang pantai agar pembangunan tidak meningkatkan kerentanan masyarakat.

Langkah kedua adalah memperkuat jalur dan fasilitas evakuasi mandiri. Pemkab Pangandaran memasang ratusan rambu jalur evakuasi di kawasan pantai serta menetapkan titik-titik evakuasi sementara yang mudah dijangkau sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami memastikan bahwa masyarakat dapat dengan cepat dan aman menuju tempat yang lebih tinggi saat terjadi ancaman tsunami,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Pangandaran juga mempercepat penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program ketangguhan berbasis komunitas. Upaya tersebut diwujudkan dengan memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), serta Program Tsunami Ready Community yang difasilitasi BMKG.

“Kolaborasi pemerintah daerah, BMKG, pemerintah pusat, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan,” tegas Citra.

Citra menambahkan, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pangandaran optimistis mampu mengubah duka akibat tsunami menjadi kekuatan untuk membangun kawasan pesisir yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Quote