Serang, Gesuri.id — Mundurnya enam sekolah swasta dari Program Sekolah Gratis (PSG) harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, mendesak pemerintah daerah segera mengevaluasi total pelaksanaan program tersebut sebelum melangkah ke rencana perluasan.
Yeremia menegaskan, pengunduran diri sejumlah sekolah swasta ini bukan sekadar masalah teknis biasa, melainkan indikasi adanya celah dalam desain maupun implementasi kebijakan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Mundurnya enam sekolah swasta ini harus jadi early warning system. Jangan dianggap sepele, karena ini menyangkut keberlanjutan operasional sekolah dan kualitas pendidikan masyarakat," ujar Yeremia, Kamis (20/8).
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam regulasi pendidikan. Menurutnya, program berskala besar ini wajib memegang tiga prinsip utama: gratis bagi masyarakat, sehat bagi sekolah, dan berkelanjutan bagi pemerintah daerah.
Sebagai mitra strategis pemerintah, sekolah swasta tidak boleh dirugikan oleh kebijakan yang ditujukan untuk publik. Yeremia menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi:
1. Formula Pembiayaan yang Fleksibel: Kebutuhan operasional setiap sekolah berbeda-beda. Pemerintah diminta tidak menyaratkan skema pembiayaan yang seragam tanpa memperhitungkan beban riil sekolah.
2. Kepastian dan Transparansi Pembayaran: Kepastian dana sangat vital untuk menutup biaya operasional harian, gaji guru, listrik, hingga pemeliharaan fasilitas. Sekolah tidak boleh dibiarkan krisis finansial akibat keterlambatan pencairan.
3. Mekanisme Pengaduan Cepat: Harus ada saluran komunikasi interaktif agar sekolah dapat menyampaikan kendala sebelum mengalami defisit, bukan setelah krisis terjadi.
Selain itu, skema penerimaan dan distribusi siswa juga perlu ditinjau ulang untuk mengantisipasi ketimpangan, terutama jika ada sekolah yang sampai kehabisan murid.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Menanggapi wacana Pemprov Banten yang ingin memperluas jangkauan PSG ke tingkatan madrasah, Yeremia menyatakan dukungannya secara prinsip. Namun, ia mewanti-wanti agar ambisi perluasan tidak mengesampingkan kesiapan anggaran dan tata kelola.
"Jangan hanya mengejar kuantitas sekolah partisipan tanpa menjamin kualitas dan keberlanjutannya. Kita harus memperhitungkan kemampuan fiskal daerah agar program ini tidak sekadar manis di awal, lalu terkendala di tengah jalan," tegasnya.
Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat dituntaskan terlebih dahulu. Dengan demikian, perluasan program ke madrasah nantinya dapat berjalan lebih matang, adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

















































































