Ikuti Kami

Adi Wiryatama Ajak Semua Komponen di WBD Jatiluwih Duduk Bersama Sudahi Konflik

Nyoman Adi Wiryatama: Tidak mudah memperjuangkan status WBD. Itu (perjuangannya) belasan tahun.

Adi Wiryatama Ajak Semua Komponen di WBD Jatiluwih Duduk Bersama Sudahi Konflik
Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, mendorong semua komponen yang terlibat dalam aktivitas di kawasan wisata sekaligus Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih untuk duduk bersama agar bisa menyudahi polemik tata ruang.

"Harus duduk bersama. Itu juga tidak mudah memperjuangkan status WBD. Itu (perjuangannya) belasan tahun. Dari zaman saya jadi bupati hingga akhirnya baru ditetapkan zaman Bupati Eka (Ni Putu Eka Wiryastutil," kata Adi Wiryatama pada Jumat (12/12).

la menegaskan, status WBD pada Jatiluwih memiliki dua arti penting. Pertama, menyangkut soal kebanggaan karena subak yang menjadi salah satu wujud kebudayaan di Bali di bidang pertanian diakui dunia.

Namun, di sisi lain, kebanggan itu juga mesti dibarengi dengan tanggung jawab dan kewajiban untuk melestarikan areal persawahan di kawasan Jatiluwih.

"Itu kebanggaan kita, itu juga mesti dibarengi kewajiban untuk menjaga agar tetap lestari. Kebudayaannya tetap lestari, kemiskinannya yang tidak lestari," tegasnya.

Artinya, sambung Adi, seluruh pemangku kebijakan yang terkait dengan urusan tata ruang di Jatiluwih harus duduk bersama. Baik dari komponen pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat.

"Cari solusi yang terbaik sehingga semua bisa jalan semua," imbuhnya.

Menurutnya, bila semua komponen tidak bersedia duduk bersama, dukungan yang diperlukan petani atau pengusaha, akan sulit diketahui. Demikian halnya dengan, tanggung jawab dan kewajiban pemerintah dalam urusan menegakkan aturan.

"Kalau tidak duduk bersama, kan tidak bisa nanti ada pembicaraan. Dari pengusaha bagaimana? Masyarakat petani bagaimana? Pemerintah maunya seperti apa? Semu aini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan," tegasnya.

Dengan diskusi itu, la berharap ada solusi bersama sehingga upaya penegakan peraturan mengenai tata suang oleh pemerintah bisa berjalan, pengusaha bisa melaksanakan kegiatan usahanya, petani juga tetap bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

Sehingga, sambungnya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelestarian kebudayaan, pelestarian lingkungan, aktivitas usaha bidang pariwisata, hingga pertanian bisa berjalan.

"Boleh hati panas, tapi kepala harus tetap dingin. Duduk (diskusi) dengan baik. Sehingga bisa mengetahui apa saja yang diinginkan. Saya rasa, semua (komponen) punya tujuan yang baik, Baik itu pemerintah, pengusaha, maupun petani," pungkasnya.

Quote