Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengapresiasi inovasi kopi susu kambing yang dikembangkan melalui Program Kosabangsa 2026 oleh Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Produk hasil kolaborasi perguruan tinggi dan kelompok tani tersebut dinilai memiliki cita rasa yang baik serta berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
"Rasanya enak, tidak tercium bau kambing. Ini sangat saya apresiasi," ujarnya saat menghadiri kegiatan uji pasar produk minuman siap konsumsi (ready to drink) di Balai Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Adisatrya mencicipi langsung kopi susu kambing yang dikembangkan Kelompok Tani Sari Kopi Desa Cilangkap. Ia menilai inovasi tersebut menjadi langkah positif dalam mengolah potensi lokal menjadi produk minuman bernilai tambah yang memiliki peluang bersaing di pasar.
Menurut Adisatrya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat produktif melalui Program Kosabangsa merupakan bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat. Selain menghasilkan inovasi, kerja sama tersebut dapat mendorong pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Ia menilai pengolahan komoditas kopi dan susu kambing menjadi produk siap konsumsi dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan inovasi dan pendampingan teknologi, potensi yang selama ini dikelola secara konvensional dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Sementara itu, Camat Gumelar, Septian Muhranto, menilai inovasi kopi susu kambing memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan. Selain cita rasanya, harga produk tersebut juga dinilai relatif terjangkau untuk kategori minuman kopi kekinian.
Ia berharap pengembangan produk tersebut dapat terus dilakukan sehingga kopi susu kambing tidak hanya memiliki pasar yang lebih luas, tetapi juga menjadi ciri khas dan salah satu oleh-oleh unggulan daerah.
Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa 2026 Desa Cilangkap, Christian Soolany, M.Si., menjelaskan bahwa uji pasar dilakukan untuk mengetahui respons calon konsumen sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan produk.
"Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, menjadi produk unggulan desa, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan tiga varian minuman, yakni kopi susu kambing, kopi susu kambing latte, dan kopi espresso. Ketiganya dikembangkan dengan memanfaatkan potensi kopi Robusta dan susu kambing lokal yang tersedia di Desa Cilangkap.
Program Kosabangsa 2026 yang dilaksanakan UNUGHA Cilacap bersama Unsoed ini berfokus pada pemberdayaan peternak kambing dan petani kopi melalui hilirisasi teknologi agroindustri kopi dan susu kambing.
Program tersebut melibatkan Kelompok Tani Sari Kopi yang memiliki 20 anggota aktif dengan lahan perkebunan sekitar 10 hektare. Selain itu, terdapat Kelompok Tani Ternak Cikal Dadi Farm yang beranggotakan 18 orang aktif dan mengelola populasi 169 ekor kambing.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan potensi kopi Robusta dan susu kambing lokal diharapkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Lebih jauh, inovasi ini ditargetkan mampu menciptakan produk bernilai tambah, memperluas akses pemasaran, serta membuka peluang usaha baru bagi petani dan peternak.
Upaya hilirisasi tersebut sekaligus menjadi salah satu langkah memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Cilangkap. Dengan dukungan teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan akses pasar, potensi komoditas lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

















































































