Ikuti Kami

Adisatrya Suryo Sulisto Tegaskan Bantuan PIP Harus Diterima Utuh Oleh Siswa, Tanpa Potongan

PIP diharapkan dapat membantu siswa dari keluarga yang membutuhkan agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkenda biaya.

Adisatrya Suryo Sulisto Tegaskan Bantuan PIP Harus Diterima Utuh Oleh Siswa, Tanpa Potongan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto, saat menyerahkan bantuan PIP kepada 300 siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Karang Jati, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto, menegaskan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026 harus diterima secara utuh oleh para siswa tanpa adanya potongan dalam bentuk apa pun. 

Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan PIP kepada 300 siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Karang Jati, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, dikutip Selasa (14/7/2026).

“Program Indonesia Pintar diharapkan dapat membantu siswa dari keluarga yang membutuhkan agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya,” kata Adisatrya.

Legislator PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Banyumas dan Cilacap itu mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, DPR RI terus memperjuangkan agar anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas, termasuk memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Adisatrya menjelaskan besaran bantuan PIP yang diterima siswa kelas 2 hingga kelas 5 sebesar Rp450.000 per tahun. Sementara siswa baru dan siswa kelas akhir memperoleh bantuan Rp225.000 per tahun. Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran dana dilakukan secara bertahap sehingga waktu pencairan setiap penerima dapat berbeda. Karena itu, orang tua diminta secara berkala memeriksa status rekening masing-masing.

Adisatrya mengingatkan agar dana PIP dimanfaatkan sesuai peruntukannya, seperti membeli perlengkapan sekolah, buku, seragam, tas, sepatu, maupun kebutuhan pendidikan lainnya yang menunjang proses belajar siswa. 

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima bantuan agar program tersebut benar-benar dinikmati oleh keluarga yang membutuhkan.

“Saya telah meminta tim saya bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah agar penerima yang orang tuanya berstatus ASN, TNI, Polri, maupun perangkat desa dengan kondisi ekonomi yang telah ditanggung negara tidak melakukan aktivasi maupun pencairan bantuan tersebut,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Adisatrya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Bank BRI sebagai bank penyalur, para kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyaluran Program Indonesia Pintar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita setinggi-tingginya.

“Saya berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi adik-adik semua untuk giat belajar. Karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang berpendidikan,” ungkap Adisatrya.

Selain menyalurkan bantuan pendidikan, Adisatrya juga melakukan serangkaian kunjungan lapangan di Kabupaten Banyumas. Ia meninjau proyek DAK Fisik Aspirasi 2026 berupa pengerasan Ruas Jalan Sibalung–Pandak dengan anggaran Rp6,1 miliar sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 4 meter. Selanjutnya, ia memantau proses pengaspalan Jalan Desa Karanggintung–Kemranjen serta meninjau realisasi bantuan CSR pembangunan Gedung Serbaguna di wilayah setempat.

Quote