Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Dapil I Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas Hugo Pareira mengatakan persoalan bentrok warga dengan aparat Timor Leste perlu diselesaikan secara komprehensif.
Menurut Andreas, persoalan bentrok perlu diselesaijan secara negara dengan mengedepankan pendekatan lokal.
"Perlu diselidiki persoalan ini di samping persoalan antara negara, tetapi juga melalui pendekatan kewargaan," ujar legislator Komisi XIII itu melalui layanan pesan, Rabu (27/8).
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
Menurutnya, penting menyelesaikan persoalan melalui pendekatan lokal agar konflik tidak meluas melibatkan Indonesia-Timor Leste.
"Tidak menimbulkan bias persoalan yang menjadi konflik antar negara," ujar Andreas.
Sebab, kata dia, orang Timor Leste dengan NTT pada dasarnya bersaudara dan memiliki kekerabatan dari kesukuan.
"Bangsa penjajah, dahulu Portugis dan Belanda memisahkan mereka dalam batas teritori kolonial," ucap Andreas.
Baca: Ganjar Minta Publik Bersabar Akan Nama untuk Posisi Sekjen
Sebelumnya, warga Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, tertembak dalam bentrok di wilayah konflik lahan antara Indonesia serta Timor Leste.
Bentrok sendiri terjadi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, NTT.
Akibat bentrok tersebut, seorang warga TTU dari Desa Inbate tertembak anggota polisi Timor Leste (UPF).
Adapun, warga yang terkena tembakan ialah Paulus Oki yang mengalami luka ringan akibat peluru karet dan bukan peluru tajam.