Ikuti Kami

Antrean BBM di Bali Bukan Karena Lonjakan Konsumsi, Melainkan Pola Distribusi

Pertamina didorong memperbaiki mekanisme penyaluran agar pasokan dapat segera menjangkau SPBU yang mengalami kekurangan stok.

Antrean BBM di Bali Bukan Karena Lonjakan Konsumsi, Melainkan Pola Distribusi
Anggota polisi berjaga di tengah antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM sebanyak 26.200 kiloliter secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan di Bali menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak Minggu (11/10). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, menilai antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali bukan disebabkan lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak terprediksi, melainkan persoalan pola distribusi yang perlu dibenahi. 

Ia mendorong PT Pertamina (Persero) memperbaiki mekanisme penyaluran agar pasokan dapat segera menjangkau SPBU yang mengalami kekurangan stok.

"Masalahnya ini bukan karena lonjakan (konsumsi) yang saya lihat, tetapi lebih banyak di pola distribusi yang perlu diubah karena (antisipasi) lonjakan sebenarnya sudah dihitung," ujar Alit Kelakan, Kamis (15/10/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, potensi kenaikan konsumsi BBM harian umumnya telah diperhitungkan dengan kisaran antisipasi sebesar 10 hingga 20 persen. Karena itu, menurutnya, persoalan yang terjadi di Bali perlu ditangani dengan mengevaluasi efektivitas distribusi, bukan semata-mata mengaitkannya dengan peningkatan permintaan masyarakat.

Sebagai gambaran, konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter (KL) per hari. Dengan kebutuhan sebesar itu, kelancaran distribusi dari terminal BBM ke SPBU menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Alit Kelakan pun meminta Pertamina memprioritaskan penyaluran BBM ke SPBU yang mengalami penurunan stok secara drastis, terutama di wilayah dengan kepadatan kendaraan tinggi, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, dan Kota Denpasar.

Ketiga wilayah tersebut memiliki total 104 titik SPBU yang mendapat dukungan pasokan dari dua terminal BBM utama, yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar.

Berdasarkan data dari perwakilan Pertamina Wilayah Pemasaran Bali, stok BBM di kedua terminal tersebut masih mendapat dukungan penyaluran secara intensif. Terminal BBM Sanggaran tercatat memiliki stok Pertalite sebanyak 1.200 KL dengan dukungan 25–30 armada truk tangki.

Sementara itu, Terminal BBM Manggis memiliki stok Pertalite mencapai 10.300 KL yang disalurkan menggunakan 72 armada truk tangki.

Untuk memperkuat pasokan, tambahan 3.000 KL Pertalite dijadwalkan tiba di Terminal BBM Sanggaran pada Kamis (15/10/2026). Selanjutnya, pasokan sebesar 22.000 hingga 26.000 KL Pertalite direncanakan tiba di Terminal BBM Manggis pada Sabtu (17/10/2026).

Tambahan pasokan tersebut diharapkan mendukung pemulihan distribusi ke SPBU, terutama di kawasan yang mengalami antrean panjang. Namun, menurut Alit Kelakan, kelancaran penyaluran hingga ke titik penjualan tetap menjadi hal penting agar ketersediaan stok di terminal dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar pertemuan darurat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Simon menjelaskan bahwa antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM akibat kendala teknis dalam proses bongkar muat atau discharge.

Atas gangguan pasokan yang menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat Bali dalam beberapa hari terakhir, Simon menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali atas terbatasnya pasokan BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Pertamina terus berupaya maksimal mempercepat proses penyaluran agar kondisi kembali berangsur normal," tutur Simon Mantiri.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya pemulihan pasokan BBM di Bali. Percepatan kedatangan kapal dan distribusi dari terminal ke SPBU diharapkan dapat mengurai antrean, sekaligus memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat kembali terpenuhi.

Sorotan Alit Kelakan terhadap pola distribusi juga menegaskan pentingnya evaluasi rantai penyaluran BBM, mulai dari terminal hingga SPBU, agar potensi kenaikan konsumsi yang telah diperhitungkan tidak berujung pada kelangkaan stok di tingkat konsumen.

Quote