Jakarta, Gesuri.id - Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan Askolani menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu instrumen pendukung dalam penanganan kasus stunting di wilayah setempat.
"Program MBG fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini, sehingga mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan stunting," kata Askolani, di Pangkalan Balai, dikutip Sabtu (21/2).
Dia menjelaskan, MBG merupakan program pemerintah pusat yang wajib diimplementasikan oleh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk di Banyuasin, guna menekan angka kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis.
Untuk itu, menurut dia, permasalahan terkait kebersihan dalam pelaksanaan MBG harus benar-benar dijaga dan diawasi secara ketat.
Selain itu, kandungan gizi dari makanan yang diberikan kepada anak-anak juga harus diperhatikan dengan baik, agar benar-benar memberikan dampak terhadap perbaikan status gizi dan mendukung upaya penurunan stunting.
Dia juga mengingatkan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan pelaksanaan MBG tepat sasaran, sesuai standar, serta tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Selain itu, setiap temuan dan kendala yang dihadapi diupayakan segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti secara cepat oleh instansi terkait.
“Perlunya monitoring dan evaluasi secara berkala, untuk memastikan pelaksanaan MBG tepat sasaran, sesuai standar, serta tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” ujarnya.
Mengenai jumlah prevalensi stunting di Kabupaten Banyuasin, menunjukkan tren penurunan dengan angka sekitar 16 persen.
"Melalui berbagai upaya yang dilakukan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Banyuasin selama ini dan adanya program MBG, diharapkan angka stunting dapat ditekan hingga satu digit," katanya.

















































































