Ikuti Kami

Keracunan MBG di SMPN 1 Kendal, Bupati Dyah Kartika Pastikan Penanganan Terbaik

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bahkan langsung mengunjungi para siswa yang dirawat untuk memastikan penanganan terbaik.

Keracunan MBG di SMPN 1 Kendal, Bupati Dyah Kartika Pastikan Penanganan Terbaik
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memastikan penanganan terbaik.

Jakarta, Gesuri.id - Sebanyak 17 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kendal terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu dari Program Makan Siang Bergizi (MBG), dikuti pada Lingkart.com Kamis (27/11/2025).

Pihak berwenang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal langsung bergerak cepat menangani insiden ini. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bahkan langsung mengunjungi para siswa yang dirawat untuk memastikan penanganan terbaik.

“Kondisinya sudah membaik dan sudah ditangani. Ada yang diinfus tapi semuanya sudah membaik,” jelas Dyah Kartika saat menjenguk siswa di RSUD Kendal.

Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium milik provinsi agar hasilnya bisa keluar lebih cepat.

“Sampelnya kami kirim ke laboratorium milik provinsi. Kalau di Kendal itu butuh waktu tujuh hari, tapi kalau yang di provinsi hanya butuh 1×24 jam,” tambahnya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, merinci bahwa total 17 siswa yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis.

“Tadi begitu dapat laporan, tim kita langsung merapat. 10 anak dibawa ke rumah sakit [RSUD dr H Soewondo Kendal], lima di puskesmas. Kondisinya sudah baik. Di puskesmas juga sudah pulang,” kata Ferinando. 

Sementara itu, dua siswa lainnya dilaporkan kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang oleh keluarga.

Salah seorang guru SMPN 1 Kendal, Anita Susanti, memaparkan kronologi kejadian. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah selalu melakukan uji coba rasa atau tester terhadap menu MBG sebelum didistribusikan.

“Barang datang itu ‘kan kami tester, kebetulan MBG itu datang jam 09.15 WIB dan kepala TU yang tester. Terus makan, habis makan dia merasakan badannya tidak enak dan pusing. Barang belum dibagi ke anak-anak,” ungkap Anita.

Meski demikian, Anita bersama guru lain tetap melakukan pengecekan ulang. Ia menilai makanan tersebut masih dalam kondisi baik, baik dari segi bau maupun teksturnya.

“Saya cek dagingnya bagus, baunya juga bagus, tidak berlendir. Saya juga minta tolong teman untuk tester tapi katanya tidak apaapa. Jadi saya berpikiran bisa dibagi ke anak-anak. Saya juga penasaran ikut mencicipi masih enak dan tidak basi,” jelasnya.

Menu MBG kemudian dibagikan dan disantap oleh siswa di tujuh kelas. Setelah menyantap makanan, sejumlah siswa mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, dan muntah.

“Saya lalu laporan ke kepala sekolah. Kemudian lapor ke SPPG dan SPPG langsung mengecek dan membawa murid tersebut ke RSUD Kendal dan puskesmas,” imbuh Anita Susanti.

Insiden ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut untuk menguak penyebab pasti keracunan yang diduga berasal dari program Makan Siang Bergizi di lingkungan sekolah.

Quote