Ikuti Kami

Bangun RDF & Bank Sampah, Ansy Temui Walikota Kupang

Kedua tokoh berdiskusi mengenai pengolahan dan penanganan sampah di Kota Kupang.

Bangun RDF & Bank Sampah, Ansy Temui Walikota Kupang
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) bertemu Walikota Kupang Jefri Riwu Kore di Rumah Jabatan Walikota Kupang, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) bertemu Walikota Kupang Jefri Riwu Kore di Rumah Jabatan Walikota Kupang, baru-baru ini. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh berdiskusi mengenai pengolahan dan penanganan sampah di Kota Kupang.

Hadir pula dalam diskusi anggota DPD RI Hilda Manafe yang adalah juga istri Walikota Kupang.

Selain berdiskusi dengan Walikota Kupang, mereka juga berdiskusi dengan Dirjen Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati dan Direktur Pengolahan Sampah, Novrizal Tahar via telepon seluler.

Baca: Ansy Lema Usulkan Teknologi Pengolahan Sampah RDF

"Pertemuan ini merupakan tindak lanjut konkret dari usulan saya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya, pada Senin (31/8/2020). Saat itu, saya mengusulkan KLHK mengadakan teknologi pengolahan sampah Refused-Derived Fuel (RDF) dan pengadaan Bank Sampah di Kota Kupang dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)," ungkap Ansy. 

KLHK pun segera menyanggupi usulan tersebut. Melalui Direktorat PSLB3, KLHK akan memberikan bantuan 2 program penanganan sampah untuk Kota Kupang, yakni RDF dan Bank Sampah.

"Mengapa dibangun di Kota Kupang? Karena Kota Kupang adalah miniatur NTT, ibu kota NTT, citra NTT sehingga mesti ditata bersih, rapi, cantik, dan apik," ujar Ansy. 

Selain itu, sambung Politikus PDI Perjuangan tersebut, di Kota Kupang juga terdapat pabrik semen Kupang.  Dan teknologi RDF dapat mengolah sampah menjadi bahan bakar pengganti bahan bakar fosil.

"Pembangunan RDF bisa menyelesaikan masalah sampah, sekaligus mendukung industri semen serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan," ujar Ansy. 

Anggota DPR dari Dapil NTT II itu menilai, penggunaan RDF di Kupang sangat urgen. Mengingat sampah Kota Kupang saat ini masih menjadi masalah serius.

Baca: Ansy: Perhatikan Aspek Ekologis-Higienis Pengelolaan Sampah

"Volume sampah di Kota Kupang mencapai lebih dari 300 ton/hari dioperasikan dengan Landfill System yang masih open dumping. Selain itu, karakteristik tanah dan kepadatan penduduk di Kota Kupang menjadi persoalan tersendiri dalam perluasan lahan landfill baru.  Maka dibutuhkan Teknologi RDF untuk menghemat penggunaan lahan di Kota Kupang," papar Ansy. 

Saat ini, lanjut Ansy, Pemerintah Pusat sedang mendorong berbagai upaya dalam peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan Pelayanan dan Teknologi, termasuk RDF.

RDF merupakan tonggak baru dalam penanganan sampah di tanah air. Karena melalui RDF, sampah diolah untuk dijadikan Biomassa (RDF). 

"Hasilnya berupa sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran, sebagai pengganti batu bara atau co-firing (campuran) batu bara. RDF akan mencacah sampah dan mengurangi kandungan air dari sampah," ujar Ansy. 

Bahkan, lanjut Ansy, tak hanya sampah kertas. Sampah plastik dan organik di Kota Kupang pun dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.

"Pengunaan RDF bukan hanya berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah dan limbah di Kupang, melainkan juga mengurangi emisi Gas Rumah Kaca," ujar Ansy. 

Ansy mengungkapkan, bahwa Presiden Joko Widodo pun menargetkan Indonesia mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dan 29% pada tahun 2030.

Dengan teknologi RDF, Kota Kupang dan masyarakat bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih Eco-friendly.

"Saya berkomitmen akan terus mengawal pembangunan Bank Sampah dan pengelolaan sampah menggunakan teknologi RDF di Kota Kupang," pungkas Ansy.

Quote