Ikuti Kami

Banjir-Longsor Tapteng, Bupati Masinton: 20 Kecamatan Terdampak, Ribuan Warga Terisolasi

Masinton: Dari 20 kecamatan ini, ada 34 korban meninggal dunia, 33 orang hilang.

Banjir-Longsor Tapteng, Bupati Masinton: 20 Kecamatan Terdampak, Ribuan Warga Terisolasi
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, mengakibatkan 34 orang meninggal dunia, 33 orang hilang, dan ribuan warga terisolasi. 

Jakarta, Gesuri.id - Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, mengakibatkan 34 orang meninggal dunia, 33 orang hilang, dan ribuan warga terisolasi. 

Diketahui, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menyampaikan sebanyak 20 kecamatan terdampak bencana tersebut.

"Dari 20 kecamatan ini, ada 34 korban meninggal dunia, 33 orang hilang," ungkap Masinton. 

Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan dapur umum dan lokasi pengungsian yang tersebar di Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Masjid Raya Sibuluan Indah, Masjid Taqwa Muhammadiyah, dan SMK Muhammadiyah II Sibuluan.

"Dan sampai saat ini ada 347 warga yang mengungsi di GOR Pandan, serta ribuan yang masih terisolasi dan butuh untuk segera dievakuasi," ujarnya. 

Warga yang membutuhkan evakuasi segera berada di Kelurahan Hutanabolon, Desa Saormanggita, Desa S Kalangan II, SMP Satu Atap Tukka di Huraba (Desa Tapian Nauli, Huraba, S. Kalangan II), serta Desa Haloban Bair Kecamatan Tapian Nauli. 

Banjir dan longsor juga menyebabkan pemadaman listrik total di seluruh wilayah Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Akses jaringan telekomunikasi dan internet juga padam. 

Selain itu, akses jalan dan jembatan Jalur Lintas Sumatera menuju Kabupaten Tapanuli Tengah, baik dari arah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, maupun Tapanuli Selatan/Kota Padangsidimpuan, telah terputus. 

"Oleh karena itu, distribusi bantuan mendesak disalurkan via laut dan udara melalui Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah," ucapnya.

Masinton menyebut jumlah korban jiwa kemungkinan masih bertambah, mengingat banyak wilayah belum dapat dijangkau. 

"Kemungkinan jumlah korban jiwa masih bertambah, karena sebagian besar desa-desa di Tapanuli Tengah belum bisa diakses jalan darat, karena tertutup longsor," pungkasnya.

Quote