Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni, memberikan tanggapan atas surat terbuka yang ditulis siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Roni menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Rafif. Menurutnya, di era demokrasi dan keterbukaan digital saat ini, keberanian menyampaikan pendapat merupakan hal yang positif, terlebih jika disertai argumentasi yang jelas dan mendasar.
“Langkah yang dilakukan oleh Muhammad Rafif Arsya Maulidi patut diapresiasi. Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, apalagi jika disampaikan dengan baik dan аргumentatif,” ujarnya.
"Ia berharap, surat terbuka tersebut dapat menjadi perhatian bagi para pengambil kebijakan di tingkat pusat. Menurutnya, aspirasi dari masyarakat, termasuk kalangan pelajar, penting untuk menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program pemerintah.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Siswa SMK di Kudus Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Tolak MBG dan Bela Kesejahteraan Guru
Lebih lanjut, Roni menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, yakni untuk meningkatkan gizi serta mencegah stunting pada anak-anak Indonesia. Namun demikian, ia menekankan agar pelaksanaan program tersebut benar-benar tepat sasaran.
“Program MBG memiliki tujuan mulia. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus difokuskan kepada penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan, sesuai dengan tujuan awalnya,” jelasnya.
Roni juga menilai, apa yang dilakukan Rafif bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas agar tidak takut menyampaikan pendapat, selama dilakukan dengan cara yang santun dan konstruktif.
“Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk tetap berani menyampaikan aspirasi secara baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Terkait adanya informasi dugaan intimidasi yang dialami Rafif pasca surat terbuka tersebut viral, Roni menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan.
“Jika benar ada intimidasi, kami bersama masyarakat siap memberikan pendampingan agar yang bersangkutan tetap mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” tegasnya.
Seperti diketahui, surat terbuka yang ditulis Rafif sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai beragam respons dari publik. Kasus ini pun menjadi sorotan sebagai bagian dari dinamika demokrasi, khususnya dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

















































































