Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) menyiapkan skema pasar murah khusus komoditas telur sebagai upaya membantu peternak mendongkrak kembali harga telur di pasaran. Program tersebut direncanakan digelar setiap hari Jumat di Alun-Alun Kota Kendal.
“Ini dari DPP akan terjadwal, khususnya untuk mengadakan pasar murah khusus telur. Setiap hari Jumat dan rencananya akan dilaksanakan di Alun-Alun Kota Kendal,” jelasnya saat mengunjungi Gerakan Pangan Murah di Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, dikutip Minggu (5/7/2026).
Menurut Dyah Kartika, pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu peternak memperoleh harga jual yang lebih baik sekaligus mengangkat kembali harga telur ke tingkat yang layak bagi para peternak di Kabupaten Kendal.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah peternak telur di Kendal mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga produksi telur ikut bertambah. Namun, tingginya pasokan belum diimbangi dengan peningkatan permintaan pasar.
“Populasi peternak telur ini meningkat tajam, sehingga persediaan ikut meningkat. Tapi, permintaan pasar memang masih belum tinggi dan harga telur sangat turun,” katanya.
Bupati mengakui penurunan harga telur yang cukup drastis memberikan tekanan bagi para peternak di Kabupaten Kendal, yang dikenal sebagai salah satu daerah pemasok telur terbesar kedua di Indonesia.
Selain menyiapkan pasar murah khusus telur, Pemerintah Kabupaten Kendal juga berupaya meringankan beban biaya produksi peternak melalui subsidi jagung SPHP. Melalui program tersebut, peternak akan memperoleh jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Alwi, mengatakan pihaknya turut melakukan penyaluran telur dalam Gerakan Pangan Murah sebagai langkah membantu menstabilkan harga di pasaran.
“Telur 600 kilo, gula pasir 600 kilo, minyak goreng 500 liter sama berasnya 800 kilo,” ungkapnya.
Alwi menjelaskan, pada Gerakan Pangan Murah kali ini telur dijual dengan harga Rp22.000 per kilogram. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Kendal sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau.
“Sehingga, masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak harus mengeluarkan pengeluaran yang lebih,” pungkasnya.

















































































