Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, menilai langkah pembenahan manajemen pendidikan yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin telah berjalan pada jalur yang tepat.
Penilaian tersebut disampaikan Watubun kepada Wartawan di baileo Rakyat Karpan Ambon, Senin (2/3).
Menurut Benhur, kebijakan yang ditempuh Singerin, khususnya dalam mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, merupakan bagian dari upaya penataan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
“Saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Sarlota. Manajemen pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku, dan beliau menerapkan perencanaan strategis dalam implementasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025,” kata Watubun.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu menegaskan, evaluasi terhadap kinerja kepala dinas harus dilakukan secara objektif dan proporsional. Ia mengingatkan agar penilaian publik tidak hanya didasarkan pada asumsi atau dinamika polemik yang berkembang.
“Setiap kebijakan tentu membutuhkan proses. Kita tidak bisa menilai perubahan besar hanya dalam hitungan bulan. Apalagi saat ini pemerintah daerah juga dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang turut mempengaruhi ruang gerak program pembangunan,” ujarnya.
Benhur menilai, langkah reformasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pendidikan di daerah yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
Menurutnya, Maluku membutuhkan sistem manajemen pendidikan yang lebih profesional, terukur, dan berbasis regulasi nasional agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara bertahap.
Ia berharap berbagai kebijakan penataan yang sedang berjalan dapat didukung oleh seluruh pihak, baik di lingkungan birokrasi pendidikan maupun masyarakat, sehingga proses reformasi yang dilakukan dapat berjalan secara optimal.
“Perubahan sistem pendidikan memang tidak mudah. Namun jika kita ingin kualitas pendidikan di Maluku meningkat, maka langkah-langkah pembenahan seperti ini harus kita dukung bersama,” tandasnya.

















































































