Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, menegaskan bahwa kesiapan sistem logistik dan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana.
Hal tersebut disampaikan Wibowo dalam Pelatihan Tanggap Bencana BNPB Kabupaten Temanggung yang digelar atas kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komisi VIII DPR RI, dan Pemkab Temanggung, Rabu (5/8).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Wibowo mengingatkan bahwa tantangan penanggulangan bencana saat ini semakin kompleks, sehingga tidak bisa lagi ditangani secara parsial oleh satu instansi saja.
"Bencana tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga relawan yang menjadi garda terdepan. Semakin kuat kolaborasi, semakin cepat dan tepat penanganan bencana dapat dilakukan," ujar legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI tersebut.
Lebih lanjut, Wibowo menyoroti pentingnya manajemen logistik yang sigap dan terstruktur untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana di lapangan.
"Ketika bencana terjadi, masyarakat tidak hanya membutuhkan kecepatan evakuasi, tetapi juga kepastian tersedianya pangan, air bersih, pengungsian, dan layanan kesehatan. Semua itu hanya dapat diwujudkan melalui sistem logistik yang tertata dengan baik," tegasnya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Pelatihan yang diikuti sekitar 100 relawan dari berbagai kecamatan di Temanggung ini juga menghadirkan Bupati Temanggung Agus Setyawan dan Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB Bambang Suryaputra.
Bupati Agus Setyawan mengapresiasi dukungan BNPB dan Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, peningkatan kapasitas relawan merupakan investasi penting mengingat potensi kerawanan bencana di wilayah Temanggung.

















































































