Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengimbau masyarakat tak makan daging non-konsumsi.
Hal ini usai Tujuh orang warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap daging anjing.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan non-konsumsi seperti anjing dan kucing. Selain alasan etika dan kesejahteraan hewan, yang tidak kalah penting adalah risiko kesehatan masyarakat," kata Charles kepada wartawan, Selasa (31/3).
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Konsumsi daging anjing berpotensi menyebarkan penyakit, termasuk rabies, yang merupakan penyakit mematikan," tuturnya.
Charles prihatin atas kasus yang menimpa warga di Mamuju tersebut. Menurutnya, ini merupakan peringatkan serius bahwa konsumsi hewan yang bukan untuk pangan memiliki risiko kesehatan.
Kasus ini, terang Charles, juga menunjukkan aspek keamanan pangan di masyarakat masih perlu diperkuat, khususnya terkait sumber dan jenis daging yang dikonsumsi.
"Saat ini, DPR juga tengah membahas regulasi yang akan melarang perdagangan hewan non-konsumsi, termasuk anjing dan kucing. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi masyarakat," ucap Charles.
Charles juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret. Dia menyinggung langkah Pemprov DKI yang melakukan larangan konsumsi daging anjing dan kucing.
"Kami juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret. Beberapa daerah seperti DKI Jakarta telah lebih dulu mengeluarkan aturan yang melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing," ujarnya.
"Kami berharap daerah lain dapat mengikuti langkah ini demi melindungi kesehatan masyarakat," lanjut dia.
Diketahui, tujuh warga yang terdiri dari remaja dan balita dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi daging anjing. Para korban yaitu satu pemuda berusia 23 tahun, empat remaja usia 11-14 tahun, satu bocah usia 8 tahun dan satu bayi berusia 2 tahun.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Mamuju pada Minggu (29/3). Kejadian berawal saat petani berinisial JS (30) melihat anjing peliharaan warga sekitar yang muntah-muntah saat pagi hari.
"Kemudian (JS) berinisiatif memotong anjing tersebut dan memasaknya," ujar Kapolsek Kalumpang Ipda Lukman Rahman dalam keterangannya, Senin (30/3).
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Setelah daging matang, sejumlah warga kemudian menyantap menu tersebut. Namun tidak berapa lama, dua warga yang mengonsumsi daging mulai merasakan mual dan muntah.
"Kemudian sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi kesehatan 5 orang diduga mengalami keracunan daging anjing makin lemas dan memburuk sehingga dievakuasi ke Puskesmas Karama," terang Lukman.
Saat ini ketujuh korban masih mendapatkan perawatan medis. "Pendapat pelapor, dugaan sementara anjing yang dipotong lalu dikonsumsi merupakan anjing yang mengalami keracunan atau memakan racun tikus. Hal ini diperkuat karena sebelum dipotong, anjing tersebut terlihat muntah-muntah," bebernya.

















































































