Ikuti Kami

SKY Soroti Ratusan Desa di Kalteng Belum Berlistrik, Desak PLN Perluas Jaringan hingga Pelosok

Politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa pemerataan akses kelistrikan di wilayah pedalaman masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.

SKY Soroti Ratusan Desa di Kalteng Belum Berlistrik, Desak PLN Perluas Jaringan hingga Pelosok
Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sigit Karyawan Yunianto.

Palangka Raya, Gesuri.id — Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sigit Karyawan Yunianto, mengungkapkan keprihatinannya lantaran masih terdapat ratusan desa di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 233 desa di wilayah berjuluk "Bumi Tambun Bungai" tersebut belum tersentuh jaringan listrik, meskipun Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun.

"Negara kita sudah merdeka sekian puluh tahun, tetapi masih ada saudara-saudara kita yang belum mendapatkan listrik. Total di Kalimantan Tengah masih ada 233 desa yang belum berlistrik. Ini yang harus kita perjuangkan," ujar Sigit saat menyerap aspirasi dalam masa reses di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Sabtu.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo 

Politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa pemerataan akses kelistrikan di wilayah pedalaman masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan bersama, mengingat masih banyak masyarakat terpencil yang belum memperoleh layanan dasar tersebut.

Sebagai langkah konkret, Sigit memaparkan bahwa melalui Program Listrik Desa (Lisdes) tahun anggaran 2026, Kabupaten Seruyan memperoleh alokasi pembangunan kelistrikan di 11 titik. Alokasi tersebut terbagi menjadi tiga titik pada tahap pertama dan delapan titik pada tahap kedua. Program ini ditargetkan mampu menerangi sekitar 1.329 rumah tangga di wilayah setempat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pemerataan listrik di Kalteng adalah kondisi geografis yang cukup berat, terutama bagi desa-desa yang terisolasi oleh aliran sungai besar di kawasan pedalaman.

Untuk mengatasi hambatan geografis tersebut, Sigit meminta PT PLN (Persero) agar lebih inovatif dalam mempertimbangkan teknologi jaringan kelistrikan yang adaptif, termasuk penerapan jaringan kabel bawah sungai guna mempercepat proses distribusi listrik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

"Saya sudah menyampaikan kepada pihak PLN, kalau bisa dipertimbangkan juga jaringan yang melewati bawah sungai sehingga masyarakat di wilayah tersebut bisa lebih cepat mendapatkan aliran listrik," tegas mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya tiga periode itu.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Ia sangat berharap agar percepatan program Lisdes dapat terus digenjot oleh pihak berwenang, demi memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah mendapatkan hak akses listrik yang adil dan merata guna meningkatkan taraf hidup serta perekonomian daerah.

Sigit yang akrab disapa SKY ini juga menegaskan bahwa ketiadaan akses listrik di era modern seperti sekarang akan memberikan dampak domino yang buruk terhadap kemajuan daerah, khususnya pada sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta roda perekonomian warga.

"Kalau sampai saat ini listrik belum masuk, tentu sangat berpengaruh terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat," pungkasnya.

Quote