Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, mendukung langkah Prabowo Subianto dalam memberantas mafia dan praktik oligarki, khususnya terkait distribusi gas LPG 3 kilogram yang dinilai belum sepenuhnya adil dan merata di berbagai daerah.
Ia menyoroti adanya ketimpangan dalam penyaluran gas bersubsidi tersebut yang diduga dipengaruhi penguasaan kuota oleh pihak-pihak tertentu.
"Gas LPG 3 kg itu, agen-agen ada sekelompok orang yang menguasai terlalu banyak. Nah permasalahan seperti ini harus dihilangkan. Maksimal 6 Loading Order sebetulnya, yang kita tuntut jadi 3 LO," kata Darmadi, Jumat (20/2/2026).
Menurut Darmadi, praktik penguasaan kuota melalui sejumlah agen oleh satu orang atau kelompok tertentu berpotensi menciptakan ketidakadilan dalam distribusi.
Kondisi tersebut, kata dia, bertentangan dengan semangat pemerataan dan keadilan sosial, terlebih LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil.
Ia menegaskan jangan sampai terjadi pemusatan kekuatan ekonomi hanya oleh segelintir oknum. Karena itu, Komisi VI DPR RI mendorong adanya pembatasan Loading Order (LO) agar distribusi lebih merata dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu.
"Tapi dalam pelaksanannya, ada 1 orang dengan banyak perusahaan menguasai penyebaran agen gas sehingga membuat hal ini tidak adil dan tidak merata," ucapnya.
Darmadi juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah dan Pertamina untuk segera menertibkan mekanisme distribusi LPG 3 kg. Penataan agen serta pengawasan yang lebih ketat dinilai penting guna mencegah praktik oligarki dalam sektor energi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Itu kan oligarki sebenarnya. Nah itu yang kita dorong agar hal tersebut bisa segera terselesaikan," pungkasnya.

















































































