Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menegaskan percepatan program hilirisasi industri nasional harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah lokasi proyek.
“Indonesia sedang mempercepat hilirisasi industri. 6 proyek besar dimulai di 13 lokasi dengan nilai investasi sekitar Rp110 triliun. Tujuannya meningkatkan nilai tambah industri nasional dan memperkuat sektor ekonomi,” kata Darmadi dikutip Minggu (15/2).
Ia menjelaskan bahwa program hilirisasi tersebut mencakup berbagai sektor strategis yang menjadi penopang ekonomi nasional.
“Program ini mencakup energi, mineral, pangan, dan logam. Mulai dari biotanol, aluminium, hingga pengelolaan pangan nasional,” jelasnya.
Namun menurut Darmadi, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk.
“Namun pertanyaannya bukan hanya tentang investasi. Pertanyaan utamanya, apakah ada dampak bagi masyarakat, terutama masyarakat setempat?” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap proyek hilirisasi yang dijalankan pemerintah.
“Apakah tenaga kerja lokal betul-betul terserap? Apakah UMKM ikut masuk dalam rantai industri? Apakah kesejahteraan masyarakat ikut meningkat?” tanyanya.
Lebih lanjut, Darmadi mengingatkan bahwa hilirisasi harus dimaknai sebagai upaya pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
“Hilirisasi bukan segedar membangun industri. Hilirisasi harus membangun kehidupan,” tuturnya.
Menurutnya, transformasi ekonomi nasional tidak boleh hanya tercermin pada angka-angka pertumbuhan semata.
“Transformasi ekonomi tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan. Transformasi ekonomi harus terasa dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan akhir pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Karena tujuan pembangunan bukan hanya industri yang kuat, tetapi masyarakat yang lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkasnya.

















































































