Ikuti Kami

Dewanti Rumpoko Dorong Pemkot Malang Lakukan Terobosan Tekan Angka Pengangguran

Gandeng perusahaan untuk membuka lowongan pekerjaan, tingkatkan pelatihan kerja, serta fokus pada pengembangan kewirausahaan.

Dewanti Rumpoko Dorong Pemkot Malang Lakukan Terobosan Tekan Angka Pengangguran
Anggota DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong Pemerintah Kota Malang segera melakukan berbagai terobosan kebijakan untuk menekan angka pengangguran yang hingga kini masih tergolong tinggi. 

Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan sektor kewirausahaan.

“Gandeng perusahaan untuk membuka lowongan pekerjaan, tingkatkan pelatihan kerja, serta fokus pada pengembangan kewirausahaan,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut, dikutip Rabu (22/7/2026).

Mantan Wali Kota Batu itu menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis melalui program penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi masyarakat agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan lebih optimal.

“Salah satunya adalah mempertemukan secara langsung para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja melalui agenda job fair yang rutin,” jelasnya.

Selain memperbanyak pelaksanaan bursa kerja, Dewanti juga menilai pemanfaatan sistem informasi lowongan kerja terpadu perlu diperkuat. Menurutnya, sistem tersebut akan membantu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah angkatan kerja di Kota Malang mencapai 486.794 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 459.084 orang telah bekerja, sedangkan 27.710 orang masih berada dalam kategori pengangguran.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa angka pengangguran terbesar berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) yang mencapai 11.356 orang. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja tercatat sebanyak 6.491 orang.

Meski demikian, tingginya angka pengangguran pada lulusan SMA/SMK tidak sepenuhnya disebabkan oleh sulitnya memperoleh pekerjaan. Sebagian di antaranya diketahui memilih mengambil masa jeda (gap year) atau menunda bekerja karena menunggu kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada tahun berikutnya.

Dewanti berharap berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pelatihan vokasi, hingga memperkuat ekosistem kewirausahaan, dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang.

Quote