Ikuti Kami

Diana Sasa Ingatkan Longsor di Telaga Sarangan Harus Jadi Peringatan Keras Bagi Pemkab Magetan

Menurutnya, kejadian tersebut mencerminkan lemahnya ketahanan ekologi serta persoalan serius dalam tata kelola ruang.

Diana Sasa Ingatkan Longsor di Telaga Sarangan Harus Jadi Peringatan Keras Bagi Pemkab Magetan
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, menegaskan peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan Telaga Sarangan, Kamis pagi (15/1/2026), harus menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Magetan. 

Menurutnya, kejadian tersebut mencerminkan lemahnya ketahanan ekologi serta persoalan serius dalam tata kelola ruang di wilayah yang memiliki kerawanan bencana tinggi.

“Jika setiap musim hujan selalu diikuti longsor dan banjir, berarti ada persoalan serius dalam perencanaan tata ruang dan pengendalian lingkungan,” kata Diana.

Ia menyoroti longsor dengan ketinggian sekitar 12 meter dan lebar 10 meter yang menutup total akses Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat. Material longsoran berupa tanah berlumpur dan bebatuan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta aktivitas pariwisata yang menjadi andalan daerah tersebut.

Diana menegaskan, PDI Perjuangan memandang ketahanan ekologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan daerah. 

Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus diselaraskan dengan daya dukung lingkungan agar tidak justru memicu bencana bagi masyarakat.

“Wilayah Sarangan memiliki kerentanan geologis yang tinggi. Karena itu, pembangunan di kawasan ini semestinya berbasis mitigasi risiko. Jika tidak, hujan akan selalu berujung bencana,” 
ucap Diana.

Terkait kondisi tersebut, Diana menyatakan akan mendorong Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Magetan untuk mengawal secara serius evaluasi pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Evaluasi itu, kata dia, terutama perlu difokuskan pada kawasan rawan longsor dan daerah resapan air.

Ia juga meminta agar Fraksi PDI Perjuangan memastikan kebijakan mitigasi bencana berbasis lingkungan benar-benar mendapat perhatian dalam proses perencanaan maupun penganggaran daerah, sehingga penanganan tidak bersifat seremonial atau jangka pendek.

Di sisi lain, Diana mengingatkan Pemerintah Kabupaten Magetan agar tidak bersikap reaktif dalam merespons bencana. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah pencegahan dan perbaikan kebijakan jangka panjang.

“Jika tidak ada koreksi kebijakan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan lahan, maka risiko longsor dan banjir akan terus berulang. Yang dipertaruhkan bukan hanya infrastruktur, tetapi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Diana mengapresiasi langkah cepat BPBD Kabupaten Magetan yang segera turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Namun, ia menekankan bahwa upaya tersebut harus dibarengi dengan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat guna memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan secara berkelanjutan.

Quote